01/02/2023 Kementan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Blitar,  Teliti Inovasi Biosaka | Jatim TIMES

Kementan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Blitar, Teliti Inovasi Biosaka

May 12, 2022 12:26
Bupati Blitar Rini Syarifah menerima rombongan Direktorat Serealia Kementan RI.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)
Bupati Blitar Rini Syarifah menerima rombongan Direktorat Serealia Kementan RI.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)

Pewarta: Aunur Rofiq | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Blitar. Dalam agenda kali ini, Kementan ingin melihat langsung inovasi bercocok tanam teknik biosaka tanpa pupuk kimia yang ditemukan dan diterapkan oleh petani di Kabupaten Blitar.

Rombongan Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan  diterima secara langsung oleh Bupati Blitar Rini Syarifah di Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro, Kamis (12/5/2022). Turut mendampingi bupati, beberapa kepala OPD terkait seperti  Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar Ir Wawan Widianto, Asisten II Setda Ulfie Zulfiqar Zuqsas, dan Kabag Perekonomian Setda Sri Wahyuni. Dalam agenda ini, Direktorat Serealia Kementan mengajak para ahli dari kalangan akademisi dan peneliti.

Baca Juga : Datangnya Wabah PMK Bersamaan dengan Hoax, Kapolresta Mojokerto Minta Peternak Sapi Tak Perlu Panik

 

Bupati Blitar Rini Syarifah mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi Kementan terhadap inovasi bercocok tanam teknik biosaka yang ditemukan oleh petani asal Kabupaten Blitar. Dirinya berharap dengan kunjungan ini, ke depan biosaka dapat dikembangkan di seluruh Indonesia untuk memajukan sektor pertanian.

‘’Biosaka ini sebenartnya sudah cukup lama, sejak tahun 2019. Tapi baru sekarang dilirik oleh Kementan. Hari ini Kementan membawa peneliti dan profesor untuk meneliti biosaka. Nanti akan dilihat komposisi dari biosaka ini seperti apa. Mudah-mudahan hasilnya baik dan biosaka bisa dipakai oleh petani di seluruh Indonesia untuk mengurangi beban subsidi pupuk,’’ kata Mak Rini.

Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan   Dr Ir Moh Ismail W. mengatakan biosaka adalah inovasi dan terobosan hebat yang manfaatnya sangat dirasakan petani di tengah situasi mahalnya harga pupuk kimia. Pihaknya memuji produk pupuk organik biosaka yang dalam penerapanya telah berhasil meningkatkan produksi panen.

‘’Kabupaten Blitar telah sukses menciptakan produk organik bernama biosaka. Ini kreatif yang luar biasa. Kita perlu support untuk akademik dan ilmiahnya. Sehingga hari ini kami datang ke sini membawa peneliti untuk berdiskusi dengan penemu biosaka, kadis Dispertapa dan teman-teman pengguna biosaka. Kami ingin mengetahui secara mendalam bagaimana pupuk ini diciptakan dan diterapkan,’’ kata Ismail.  

Sebagai informasi, biosaka terbuat dari rerumputan yang dicampur dengan air lalu dihancurkan. Setelah itu bisa langsung diaplikasikan di lahan untuk semua jenis tanaman. Pemilihan rumput harus memakai rumput yang sehat dan tidak tercampur bahan kimia serta harus diketahui masa pertumbuhan rumput berada di fase vegetatif atau generatif.

‘’Kami dari Kementan mendorong pembangunan sektor pertanian lebih maju, mandiri dan modern dalam menerapkan pertanian  ramah lingkungan yang tahan dalam perubahan iklim yang tidak menentu. Biosaka ini inovasi bagus, namun harus didukung riset dan penelitian agar diketahui sisi dasar-dasar ilmiahnya,’’ ujar Ismail.

Dalam kunjungan ini, Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan bersama akademisi dan peneliti berdiskusi langsung dengan penemu biosaka. Biosaka ditemukan oleh Mohamad Ansar, petani asal Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

 Ansar mengaku menciptakan inovasi biosaka tanpa keahlian khusus. Tujuannya simpel, yakni dirinya ingin membantu petani mendapatkan nutrisi tanaman dengan biaya yang sangat terjangkau di tengah kondisi mahalnya harga pupuk kimia.

‘’Bahan dari biosaka ini hanya dedaunan, rerumputan yang ada di sekitar kita. Kapan pun biosaka ini bisa dibuat. Alhamdulilah petani-petani merespons baik. Tiga tahun di masa pandemi ini, biosaka banyak diterapkan oleh para petani.Saat ini penerapan biosaka ini menuai keberhasilan. Sudah sekitar 1.000 hektare lahan. Untuk berikutnya saya serahkan kepada profesor dan para peneliti  untuk pengembangannya karena saya menciptakan biosaka ini tanpa keahlian khusus,’’ ungkap Ansar.

Baca Juga : Buka Sosialisasi dan Diseminasi Indeks Inovasi Daerah, Ini Kata Bupati Sampang

 

Ansar menambahkan, dengan penelitian oleh profesor dan peneliti, dirinya berharap ke depan inovasi biosaka  bisa diduplikasi untuk dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.

‘’Kalau saya bilang biosaka ini bukan teknologi karena bahan dasarnya hanya rerumputan. Tapi hasilnya tidak kalah dengan pupuk kimia. Bentuk dari biosaka ini cair dan bisa diaplikasikan untu seluruh tanaman pangan dan hortikultura. Dan untuk serangan hama, pengaplikasian biosaka terbukti mampu menekan serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit sangat rendah,’’ jlentrehnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten BlitarWawan Widianto menyampaikan pihaknya tak henti-hentinya mendorong petani untuk berinovasi dalam bertani organik. Serangkaian program setiap tahun terus dilaksanakan. Di antaranya dengan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan.

 “Kami dari Dispertapa terus mendorong petani untuk melakukan inovasi, kreativitas, menciptakan teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan sebagai solusi permasalahan mahalnya harga pupuk kimia,” pungkas Wawan.

Sekadar diketahui, setelah diterima Bupati Blitar di Pendapa Ronggo Hadi Negoro, rombongan Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI melaksanakan beberapa kegiatan di Kabupaten Blitar. Di antaranya diskusi dengan penemu biosaka di Kantor Dispertapa Kabupaten Blitar dan melihat aplikasi biosaka di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, dan Desa Sragi di Kecamatan Talun. (Adv/Kmf)

 

Judul berita Kementan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Blitar, Teliti Inovasi Biosaka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Kementan RI Kementerian Pertanian

Berita Lainnya