JATIMTIMES - Selebgram Isa Zega telah dijebloskan ke Lapas Wanita Kelas IIA, Sukun, Kota Malang. Namun, selebgram transgender itu masih akan dipisahkan dengan narapidana lain.
Kalapas Wanita Kelas IIA Malang, Yunengsih mengatakan Isa Zega tidak langsung ditempatkan bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lainnya. Tersangka pencemaran nama baik itu harus menjalani masa pengenalan lingkungan (penaling) pada ruang tahanan khusus.
Baca Juga : Pengemudi Pajero Penusuk Sopir dan Kondektur Bus Damri di Lampung Ditangkap
“Dipisah, karena memang dia harus di ruangan tersendiri, artinya bukan karena dia bagaimana-bagaimana, tetapi memang setiap tahanan atau narapidana yang baru dipindahkan harus kita pisahkan,” kata Yunengsih.
Yunengsih menjelaskan bahwa masa penaling berlangsung selama tujuh hari atau satu pekan. Isa sendiri diharapkan bisa beradaptasi sehingga bisa dipindah ke ruang tahanan reguler.
“Sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu satu minggu, apabila sudah bisa beradaptasi, maka minggu selanjutnya akan kita turunkan ke kamar yang lain. Tetapi kami masih melihat perkembangan selanjutnya seperti apa, kira-kira ada kesulitan nggak,” beber Yunengsih.
Isa Zega sendiri menurut Yunengsih merupakan transgender pertama pada Lapas Wanita Kelas IIA Malang sejak ia memimpin pada 2023. Akan tetapi, Yunengsih mengaku tidak ada kendala berarti. Karena Isa Zega telah mendapat legalitas sebagai perempuan.
“Yang bersangkutan sudah mendapat penetapan dari Pengadilan Jakarta Selatan tentang pergantian nama, serta hasil pemeriksaan atau operasi dari dokter Indonesia dan Thailand yang kami terima,” kata Yunengsih.
Baca Juga : Selebgram Isa Zega Pindah ke Lapas Malang, Heran Wartawan Ada di mana-mana
Sebagai informasi, Isa Zega resmi dipindahkan dari Ruang Tahanan Perempuan Polda Jawa Timur ke Lapas Wanita Kelas IIA Sukun pada Selasa (11/2/2024) malam kemarin.
Penahanan Isa Zega merupakan tindak lanjut dari kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Shandy Purnamasari atau istri Juragan 99. Ia sebelumnya ditahan oleh Polda Jawa Timur pada 23 Januari 2025 sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Malang.