Kondisi tanah longsor di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (19/12/2020). (Foto: istimewa)
Kondisi tanah longsor di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (19/12/2020). (Foto: istimewa)

Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, saat musim hujan di bulan Desember sudah kesekian kalinya mengalami tanah longsor. 

Kali ini, tanah longsor menyebabkan ruangan rumah di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, rusak parah, Sabtu (19/12/2020).

Baca Juga : Meski Covid-19 Kian Mengganas, Bupati Tulungagung Tetap Perbolehkan Hajatan, Asal...

Tanah longsor yang melanda kali ini terjadi cukup parah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu, mengatakan, curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah jenuh dan lereng tererosi.

“Sehingga memicu terjadinya tanah longsor berukuran panjang 8,5 meter, lebar 1 meter dan tinggi 6 meter,” ungkapnya. 

Sehingga menyebabkan kerusakan pada rumah Supa’i terdampak pada salah satu ruangannya.

“Rumah Supa'i terdampak, ruangan berukuran 1 x 2,5 meter rusak sedang. Lalu juga lantai teras rumah rusak ringan, dan dinding rumah rusak ringan dan rawan roboh,” tambah Agung.

Untungnya dalam kejadian tanah longsor ini tidak ada korban alias nihil. Agung pun mengimbau untuk masyarakat agar waspada, khususnya bagi yang tinggal di daerah lereng yang berpotensi mengalami tanah longsor.

Baca Juga : Tolak Izin Penambangan di Pantai Paseban Jember, Warga Gotong Pos ke Balai Desa

“Kami mengimbau kepada warga Kota Batu terus meningkatkan kewaspadaannya, apalagi yang tinggal di daerah lereng supaya hati-hati adanya longsor,” imbaunya.

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah penghuni rumah diungsikan untuk sementara di rumah saudara mereka mengingat kondisi rumah yang membahayakan. Kemudian membuat plengsengan untuk menghindari meluasnya tanah yang longsor.

 “Dan pemberian bantuan berupa terpal,” tutup Agung.