Jalan rusak di kawasan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Dokumentasi MalangTIMES).
Jalan rusak di kawasan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Dokumentasi MalangTIMES).

Jalan rusak dan berlubang di Kota Malang kembali dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang pun diminta segera melakukan pembenahan di beberapa kawasan yang rusak.

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menyampaikan, rencana perbaikan jalan rusak dan berlubang telah dianggarkan dalam APBD-Perubahan atau perubahan anggaran keuangan (PAK) 2020. Setidaknya ada 56 titik baru yang akan dilakukan perbaikan. Seluruhnya tersebar di lima kecamatan dan paljng banyak di Kecamatan Kedungkandang.

Baca Juga : Dinsos Sosial Sesalkan Anjal yang Tak Manfaatkan Pelatihan

"Jalan rusak dan berlubang menjadi prioritas kami dan akan dibenahi. Desember harus sudah selesai semua," katanya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menjelaskan, salah satu yang menyebabkan aspal sering mengelupas lantaran banyak tersapu air yang tak mengalir sempurna di saluran drainase. Pasalnya, selama ini saluran drainase tak jarang dipenuhi sampah.

Menurut Sony, dari hasil operasi yang dilakukan tim satgas dinasnya, sampah berukuran besar dan sampah rumah tangga yang paling banyak ditemukan di saluran drainase. Mulai sampah plastik hingga kursi rusak dan kasur yang tak digunakan. "Itu luar biasa. Maka kami membutuhkan peran serta masyarakat," imbuhnya.

Dia menegaskan, tim satgas selalu turun membersihkan saluran drainase setiap saat. Bahkan sebelum musim hujan datang seperti sekarang. Lagi-lagi, sampah rumah tangga masih sangat mendominasi. Sehingga, masyarakat mulai diedukasi untuk memanfaatkan sampah menjadi produk yang berguna dan tak lagi dibuang ke saluran drainase.

Sony menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat memanfaatkan plastik menjadi paving. Saat ini, gerakan tersebut memang belum banyak dilakukan di seluruh wilayah Kota Malang.

"Dan kami berencana sosialisaikan itu lebih masif agar plastik bisa dimanfaatkan dan tidak dibuang sembarangan. Paving yang terbuat dari plastik sudah terbukti kuat," jelas dia.

Baca Juga : Gunung Kidul Pertegas Kawasan Tanpa Rokok di Tempat Publik

Lebih jauh Sony menambahkan, masyarakat yang memiliki keluhan terhadap saluran drainase yang tersumbat atau jalan rusak untuk segera membuat aduan. Aduan salah satunya bisa melalui aplikasi sambat online.

Selama ini, aduan mengenai jalan rusak paling banyak dikirim melalui aplikasi tersebut. "Dan kami baru saja mendapatkan ranking satu untuk penanganan pengaduan masyarakat. Kami pasti tidak  memuaskan masyarakat karena keterbatasan. Tapi kami selalu lakukan yang terbaik dan tangani setiap aduan yang masuk," tandas pria berkacamata itu.