Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)

Kesadaran anak-anak jalanan (anjal) untuk tidak lagi terjun ke jalan perlu ditingkatkan. Sebab, masih banyak yang enggan memanfaatkan hasil pelatihan keterampilan sehingga tidak perlu lagi kembali ke jalanan.

Hal itu seperti halnya yang dikeluhkan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang. 

Baca Juga : 3.484 Warga Kabupaten Kediri Terima Bansos Jaslut Tahap Tiga

Bahkan Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani juga sempat kepikiran untuk mengorbitkan anjal agar melatih kemampuan dalam hal bermusik, sehingga nantinya tidak kembali ke jalan dan mereka bisa dikenal sekaligus bekerja sebagai musisi yang manggung di cafe atau undangan lain. "Nah itu awalnya, mereka kan suka bermusik jadi kenapa tidak dilanjutkan hobinya itu dengan hal positif artinya tidak turun ke jalan, saya ingin mereka saya orbitkan tapi tetap saja mereka sulit, jadi harus sabar dari Dinsos sendiri," keluh nya.

Di tahun 2020 ini, Dinsos-P3AP2KB yang menjadi leading sektor yang menangani anak jalanan (anjal), pengemis, pengamen dan orang yang tinggal di jalanan bahkan ingin memberikan pembinaan dengan tidak terlalu memberikan bantuan kepada warga Desaku Menanti agar bisa mandiri dan bisa bekerja selayaknya. "Tahun 2020 ini kami hanya bantu listrik dan air. Hal itu supaya mereka sadar dan bisa bekerja selayaknya, tapi karena tidak tega karena ada wabah ya akhirnya kami berikan bantuan (dampak) covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, Penni menilai pembinaan warga Desaku Menanti cukup sulit karena pemikirannya yang masih senang turun ke jalan ketimbang mendapatkan pelatihan. Bahkan beberapa oknum juga tidak tidak mengindahkan aturan agar tidak lagi turun ke jalan. Padahal mereka juga mendapat pelatihan agar bisa bekerja dengan layak. "Pembinaan warga desaku menanti ini masih tetap dilakukan pelatihan tapi mereka ini susah (dibina), mereka lebih senang di jalan dari pada dibina," ucap Penny

Baca Juga : Praktik Pasca-Panen Tembakau, Dinas Pertanian Pemkab Blitar Dorong Petani Inovasi Teknologi

Saat ini, Penni mengaku pihaknya akan melakukan pemantauan untuk warga Desaku Menanti ataupun anak jalanan yang pernah dibina. Jika tetap nakal tentu ada konsekuensi yang harus diterima. "Padahal dari pelatihan itu ada yang mau menampung hasil mereka, tapi mereka tetap begitu. Bahkan mereka dikejar itu tetap ngemis lagi besoknya. Jadi sekarang ketahuan beberapa kali turun ke jalan ya terpaksa kami hentikan (tinggal) disana (Desaku Menanti)," ungkap Penny.