Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu (Dokumentasi MalangTIMES).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu (Dokumentasi MalangTIMES).

Lomba Inovasi Teknologi (Inotek) yang selalu digelar setiap tahun di Kota Malang terpaksa ditiadakan tahun ini. 

Lomba yang selalu dinantikan insan kreatif di kota pendidikan itu dihapus dari penganggaran APBD 2020, setelah dilakukan refocusing anggaran dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga : Menuju Kebangkitan, Kabupaten Blitar Rumuskan Regulasi Pariwisata di Era New Normal

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu menyampaikan, setelah melalui berbagai tahapan, akhirnya Inotek diputuskan untuk dihapus dari agenda tahunan Bappeda.

Pasalnya, anggaran pelaksanaan lomba tersebut digeser untuk menangani Covid-19.

"Saat refocusing, ada beberapa anggaran yang digeser, salah satunya anggaran untuk Inotek," katanya.

Meski Inotek menjadi salah satu ikon yang begitu dinantikan setiap tahun, Dwi dan jajarannya tetap memilih merelakan lomba tersebut. 

Dia juga berharap agar insan kreatif di Kota Malang yang telah bersiap untuk mengikuti lomba Inotek tak patah semangat.

Melainkan, dapat terus mengembangkan penelitian dan setiap temuannya untuk kemudian diikutkan di lomba tahun berikutnya. 

Karena dia berharap, lomba Inotek dapat kembali diadakan di tahun depan, terutama saat pandemi Covid-19 sudah mampu diatasi.

"Insya Allah, kami berharap tahun depan lomba Inotek bisa diadakan lagi," tambahnya.

Sebagai informasi, lomba Inotek merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan memberikan pengakuan terhadap upaya yang dilakukan masyarakat dalam memajukan penelitian, pengembangan, sera penerapan IPTEK. 

Kemudian juga bertujuan memunculkan inovasi teknologi baru di Kota Malang.

Baca Juga : Ini Dia, Kelebihan Tiga Inovasi Kota Malang untuk Lomba Inovasi Daerah Kemendagri

Setiap tahunnya, agenda lomba Inotek selalu diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari siswa SMP sampai dengan mahasiswa dan masyarakat umum. 

Kategori lomba pun dibedakan dalam kategori agribisnis, energi, kesehatan dan lingkungan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Tahapan lomba Inotek sendiri dimulai dari pengumuman dan dilanjutkan dengan pengajuan proposal. 

Proposal terbaik dari masing-masing kategori akan diumumkan dan dijadwalkan untuk melakukan pemaparan di hadapan juri.

Kategori terbaik dari setiap kategori akan ditetapkan sebagai pemenang. 

Pemenang lomba akan mendapatkan penghargaan dan juga hadiah senilai jutaan rupiah. 

Pemenang lomba juga akan direkomendasikan untuk mengikuti perlombaan di tingkat yang lebih tinggi, yaitu Provinsi Jawa Timur bahkan tingkat nasional dan internasional.