Bupati Trenggalek Rumuskan 3 Strategi Kurangi Stunting
Reporter
Ganez Radisa Yuniansyah
Editor
Dede Nana
29 - Mar - 2022, 01:19
JATIMTIMES - Perangi stunting di daerahnya, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin rumuskan tiga strategi jitu. Upaya tersebut merupakan hasil 'Rembuk Stunting' yang diadakan Pemkab Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (28/3/2022).
Tiga strategi tersebut diantaranya memaksimalkan program-program yang sudah ada dan melakukan pendampingan ke wilayah yang masih masuk zona merah stunting. Arifin menginginkan penanganan stunting di Trenggalek bisa lebih masif lagi.
Baca Juga : Sengketa Pilkades Matanair, Pengamat Hukum: Yang Teriak Salahkan Bupati, Berarti Tak Paham Hukum
"Kita merencanakan 3 layer, yang pertama untuk transisi di sisi lingkungan, kita maksimalkan lagi Adipura Desa kemudian nanti diimbangi dengan lomba stunting tingkat lingkungan, khusus untuk daerah-daerah yang prevelensinya masih kategori merah," ucap Bupati Trenggalek yang akrab di sapa Gus Ipin ini.
Point yang kedua, Gus Ipin bakal maksimalkan lagi program Pemkab Trenggalek yakni sehat yang dibayar. Selain itu, pendampingan pada rumah tangga muda untuk mempersiapkan kebutuhan gizi untuk calon anak.
"Terakhir pendekatan secara sektoral individu, jadi nantinya semua tim harus punya data. Khususnya anak di bawah dua tahun yang prevelensi stunting di mana saja, itu yang akan kita intervensi," tandasnya.
Sementara itu, Penjabat Sekda Trenggalek Andriyanto menjelaskan bahwa stunting tidak tiba-tiba dan bisa dicegah. Pasalnya stunting merupakan kondisi di mana seseorang kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama atau kronis.
"1.000 Hari pertama kehidupan (HPK) penting, karena saat itu 85% otak terbentuk. Maka pada saat-saat ini bila tidak diberi gizi yang baik, seperti asi eksklusif sebagai makanan yang terbaik maka otak itu tidak terbentuk dengan bagus," terangnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya