JATIMTIMES - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara, turut berkontribusi positif dalam pembinaan ketahanan keluarga di Kelurahan Mojolangu. Hal ini dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Ketahanan Keluarga Bina Keluarga Lansia Melati di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, belum lama ini.
Dalam kegiatan ini mengusung tema "Pengembangan Selantang (Sekolah Lansia Tangguh) Untuk Pemberdayaan Lansia Menuju Lansia Yang Tangguh Mandiri dan Berkualitas".
"Kami mendapatkan hibah dari Dikti, kemudian kami wujudkan dalam kegiatan ini, kami susun kurikulumnya, metode pembelajarannya, kemudian kami masukkan juga unsur budaya untuk apresiasi," kata Dosen STIE Malangkucecwara, Dr Son Haji MS Ak CA.
Baca Juga : PKS Jatim Ajak Emak-Emak Jadi Jurkam, Cagub Khofifah: Gerakan yang Eksplisit
Dalam workshop ini, disampaikan materi yang memotivasi para ibu-ibu lansia untuk terus semangat dan produktif dalam menjalani kehidupan. Selain itu, juga dihadirkan mentor untuk memberikan pelatihan kepada para lansia tentang bagaimana bermain alat musik tradisional angklung.
"Karena bermain angklung ini ternyata mempunyai efek yang bagus di otak, psikologi kita. Itu kemudian kita gabungkan dengan pembelajaran untuk pemberdayaan lansia," ungkapnya.
Pada usia-usia lansia, tentunya rentan terhadap berbagai problematika yang dapat mempengaruhi psikologi para lansia. Hal ini pun juga dapat berimbas buruk pada aspek lain dari lansia tersebut.
Maka, dengan adanya pembinaan ini, pihaknya berharap para lansia ini dapat menikmati hari tuanya dengan tetap berdaya mandiri, sekaligus tetap bahagia dan terjaga kesehatan mentalnya.
"Kita mengikuti dimensi lansia kita susunkan kurikulum fisik, intelektual, sosial, mental, emosional dan spiritual. Kita latihkan dengan pembelajaran yang menyenangkan," jelasnya.
Baca Juga : Festival Panen Makmur 2024: Langkah Nyata Menuju Pertanian Optimal di Malang
Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si. STIE, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Malangkucecwara, menambahkan, bahwa di Kelurahan Mojolangu terdapat Selantang yang didampingi oleh para dosen STIE Malangkucecwara.
Program tersebut kemudian terus dikembangkan lagi dengan mengajukan hibah ke Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Dikti.
"Hibah didapat, kemudian direalisasikan dalam bentuk alat musik angklung, pengeras suara dan beberapa hal lain untuk menunjang kegiatan-kegiatan sekolah lansia tangguh. Dalam program ini ada 3 dosen dan 2 mahasiswa yang terlibat," katanya.
Membentuk lansia tangguh, sejatinya merujuk pada banyak aspek atau bukan hanya pada aspek fisik saja. Lansia tangguh ini artinya mereka mampu mandiri lahir dan batin. Artinya mereka mampu untuk terus menjaga kesehatan mental mereka dan juga kondisi fisik mereka, sehingga tetap dapat berdaya," katanya.