Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kenapa Mei Terasa Lama? Begini Penjelasan Psikolog

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

30 - May - 2024, 07:52

Placeholder
Berbagai keluhan warganet lantaran Mei yang dianggap lama. (Foto: Folkative)

JATIMTIMES - Belakangan ini media sosial X ramai dengan keluhan bulan Mei yang dirasa berjalan lebih lambat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Apakah ini hanya perasaan subjektif atau ada penjelasan ilmiah di baliknya?

"Bulan Mei tuh terasa lama karena banyak liburnya, banyak jalan - jalannya, banyak makan - makannya, @becky******. 

Baca Juga : Candu JP, Pemuda di Malang Sampai Hutang Gara-gara Judi Online

"Bulan mei 2024 bulan spesial bulan yang terasa sangat lama dan uang habis di awal bulan mei itu juga ntah lah hahaha pokok nya bulan penuh perjuangan dan waktu yang terasa lama," @ria*****. 

"Awokwok bener mei terasa lama dan terasa boros bgt ngapa ya," @aprian***. 

Menurut psikolog dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo, bulan Mei yang dicap sebagai bulan terlama merupakan persepsi seseorang. Sebab, tidak ada jawaban ilmiah yang bisa menjelaskan mengapa bulan ini terasa lebih lama dibanding bulan lainnya. 

Persepsi Mei dirasa lebih lama bisa jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi keuangan yang menipis di akhir bulan. Hal ini bisa membuat orang merasa waktu berjalan lebih lambat karena mereka tidak memiliki banyak hal yang bisa dilakukan.

Selain itu, psikologi juga berperan dalam perasaan Mei yang terasa lebih lama. Menurut Ratna, orang yang tidak menikmati, tidak bahagia, atau merasa terganggu akan cenderung menganggap waktu berjalan lebih lama.

Baca Juga : PO Bus yang Kecelakaan di Subang Ternyata Abal-Abal, Ini Cara Cek Apakah PO Bus Terdaftar dan Sudah Uji Kir

Oleh karenanya, kata Ratna, bersikap now and here diperlukan agar pandangan terhadap setiap bulan sepanjang tahun normal dan tidak terasa lebih panjang atau cepat. Sikap now and here ini adalah menikmati momen saat ini tanpa perlu menengok terlalu lama ke masa lalu hingga sulit melihat masa depan.

Ratna pun meminta agar setiap orang bisa mencoba menikmati hari-hari sepanjang Mei atau bulan lainnya dengan fokus pada apa yang sedang dikerjakan.

Dengan begitu, seseorang akan lebih bisa menikmati segala sesuatu tanpa sibuk dan terburu-buru memikirkan masa depan maupun menghakimi yang telah terjadi.


Topik

Serba Serbi bulan Mei lama psikolog



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri