Korban Gantung Diri di Kepanjen Diduga ODGJ, 7 Kali Lakukan Percobaan Akhiri Hidup | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Korban Gantung Diri di Kepanjen Diduga ODGJ, 7 Kali Lakukan Percobaan Akhiri Hidup

Feb 14, 2022 21:06
Polisi saat mengevakuasi korban bunuh diri di Kepanjen (foto: istimewa)
Polisi saat mengevakuasi korban bunuh diri di Kepanjen (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Camat Kepanjen, Eko Margianto mengatakan alasan Aldo bunuh diri diduga karena depresi ditinggal istrinya beberapa tahun lalu untuk ke Singapura bekerja. Namun berdasarkan informasikan, korban mengalami gangguan jiwa akhir-akhir ini.

“Dia pun dari keterangan keluarga juga diduga ODGJ karena depresi itu,” tutur Eko ketika dikonfirmasi, Senin (14/2/2022).

Baca Juga : Korban Pencabulan Guru Tari di Kota Malang Bertambah, Terkini 11 Anak

Menurut Eko dari keterangan yang ia dapat, korban diketahui memang pendiam. Oleh karena itu, pihaknya tidak dapat menjelaskan secara detail tentang kondisi korban yang sebenarnya.

“Korban sendiri bersifat pendiam jadi tidak pernah cerita,” ungkap Eko.

Dugaan depresi itu semakin menguat karena Aldo sering mengkonsumsi obat penenang berdasarkan keterangan keluarga. Eko pun mendapat keterangan dari keluarga bahwa Aldo itu memang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Dan dugaan depresi itu menjadi lebih kuat karena korban dilaporkan sering mencoba bunuh diri, seperti  masuk sungai brantas, dan berusaha gantung diri, empat kali masuk sumur. Bahkan mencoba memotong nadi tangan dengan pisau," tutur Eko.

Sementara itu, sebelum gantung diri ada salah satu tetangganya ke rumahnya. Aldo terlihat makan dan mencuci piring lalu membuat simpul tali layaknya untuk gantungan dari sekitar pukul 08.00, Senin (14/2/2022) pagi tadi.

“Tetangga bertanya oleh korban dijawab untuk gantung diri. Tetangga pun dikira bercanda dan tidak percaya. Akhirnya pulang,” tutur Eko.

Namun, perkataan Aldo itu nyata. Sekitar pukul 10.30 WIB kurang lebih Sulastri melihat anaknya sudah gantung diri.

Baca Juga : Karena Masalah Utang, Wanita Paruh Baya Akhiri Hidup di Seutas Tali

“Dan sempat teriak tolong namun tidak bisa diselamatkan akhirnya laporan ke Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen,” ungkap Eko.

Sementara itu, Kapolsek Kepanjen, Kompol Sri Widianingsih membenarkan peristiwa bunuh diri itu. Dia menyebut, korban sebelumnya sudah tujuh kali berupaya mengakhiri hidupnya sendiri.

"Korban itu sempat tujuh kali kurang lebih mencoba bunuh diri dari lompat ke sumur beberapa waktu lalu hingga menyayat nadinya. Tapi untung tertolong. Tapi kali ini tidak," tutur Widia.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Widya menuturkan, murni karena bunuh diri. Tidak ada indikasi ke arah tindakan kriminal.

"Dari kepolisian korban meninggal gantung diri tidak ada indikasi hal lain ke arah kriminalisasi pembunuhan," tutup Widia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
aksi bunuh diri aksi gantung diri

Berita Lainnya