MALANGTIMES - Kasus yang terjadi di Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) PT Central Karya Semesta (CKS) menyita perhatian Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMTSP) Kota Malang. Terutama terkait perizinan PT yang berada di Jalan Rajasa, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, itu.
Seperti diketahui, Kamis (10/6/2021), lima orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) nekat kabur dengan cara melompat dari lantai empat PT CKS. Salah satu korban yang mengalami patah tulang dan diselamatkan warga sekitar menyebutkan bahwa PT CKS tidak resmi.
Baca Juga : Deretan Tokoh "Diserang" Habib Rizieq, BIN dan Diaz Hendropriyono Membantah
Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker-PMTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, dalan proses operasional perizinan yang terekam dalam sistem di Disnaker-PMPTSP Kota Malang, terdapat tiga izin operasional yang dimiliki PT CKS. Yakni operasional BLK-LN atau LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) PT Central Karya Semesta (CKS) berdasarkan izin nomor: 566/LA-LPK/I/2017. Kemudian izin nomor: 259/LA-LPK/I/2019, serta izin nomor: 260/LA-LPK/2019.
Selain itu, BLK-LN PT CKS hingga sampai saat ini masih dalam pengajuan ke Disnaker-PMPTSP Kota Malang untuk penambahan salah satu program pelatihan kerja. "Saat ini akan menambah program pelatihan barista. Untuk perizinan masih dalam proses di Disnaker PMPTSP," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (10/6/2021) malam.
Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris daerah (sekda) Kota Malang ini juga membenarkan bahwa kasus kaburnya calon PMI telah berlangsung beberapa kali terjadi di BLK-LN atau LPK PT CKS. "Kasus calon PMI memang beberapa kali terjadi di BLKLN atau LPK CKS," imbuhnya.
Soal pengakuan seorang korban yang mengatakan kerap kali calon PMI menjadi bahan eksploitasi, Erik menanggapi hal tersebut masih dalam pendalam pihak-pihak berwenang. "Terkait kebenaran pengakuan korban soal eksploitasi dan penelantaran calon PMI masih dalam pendalaman pihak-pihak terkait yang berwenang. Penuturan dari pihak CKS, merasa tidak ada permasalahan dengan calon PMI," ungkapnya.
Baca Juga : Bupati Baddrut Tamam Beri Pembekalan dan Fasilitas Calon Praja IPDN Asal Pamekasan
Jumat (11/6/2021) hari ini, rencananya Disnaker-PMPTSP Kota Malang bersama dengan pengawasan ketenagakerjaan, BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) serta UPT P2TKI (Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Jawa Timur akan mendalami kasus kaburnya lima calon PMI. Mereka akan langsung mengunjungi BLK-LN atau LPK PT CKS.