LUMAJANGTIMES - Berdasarkan pendataan sementara BPBD Lumajang, TNI dan Polri, jumlah rumah yang rusak akibat gempa pada hari Sabtu (10/4) lalu tercatat sebanyak 1.270 rumah, dengan kerusakan berat, sedang dan ringan.
Namun data ini masih akan divalidasi kembali oleh tim yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan Dinas PU untuk memastikan jumlah rumah yang rusak akibat gempa tersebut, berikut tingkat kerusakannya.
Baca Juga : Adu Banteng, Motor Tiger Lawan Beat, Empat Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dalam jumpa pers hari ini, Selasa (13/4) mengatakan seluruh data yang masuk terkait dengan kerusakan rumah, akan divalidasi kembali berikut tingkat kerusakannya karena berkaitan dengan bantuan yang akan diberikan.
"Harus kita validasi kembali, berikut tingkat kerusakannya, karena terkait dengan bantuan yang akan diberikan. Untuk yang rusak berat kita bantu Rp 50 Juta, rusak sedang Rp 25 juta, sedangkan untuk rusak ringan dibantu Rp 10 juta. Nah semua ini memerlukan validasi, agar bantuan itu benar-benar tepat sasaran," kata Bupati Lumajang, selasa sore.
Ketika menyampaikan soal penanganan pengungsi terkait kebutuhan pokok, Bupati Lumajang menyebut, semuanya sudah tertangani dengan baik, melalui sebaran dapur umum yang didirikan di beberapa titik.
Baca Juga : Serentak, Dankorbrimob Polri Berikan Bantuan Sosial Kepada Korban Gempa Malang
"Di Tempursari itu dalam satu dusun saja, satu rumah dengan rumah yang lain, jaraknya cukup jauh. Maka kita lakukan penyebaran dapur umum di beberapa titik agar semuanya terlayani dengan baik. Tapi secara umum sampai saat ini aman, untuk sembako sudha terdistribusi dengan baik," jelas Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.