Perumda Tirta Kanjuruhan Butuh Rp 380 Miliar untuk Entaskan Kekeringan di Malang Selatan | Jatim TIMES

Perumda Tirta Kanjuruhan Butuh Rp 380 Miliar untuk Entaskan Kekeringan di Malang Selatan

Feb 06, 2021 19:17
Salah satu SPAM yang diinisiasi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan yang hingga saat ini masih terus dikebut pengerjaannya dan telah diplot anggaran sekitar Rp 20 miliar dalam pembangunan tahap awal, Sabtu (6/2/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Salah satu SPAM yang diinisiasi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan yang hingga saat ini masih terus dikebut pengerjaannya dan telah diplot anggaran sekitar Rp 20 miliar dalam pembangunan tahap awal, Sabtu (6/2/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi meperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 380 miliar untuk menuntaskan masalah kekeringan di Kabupaten Malang.

Lantaran nominal yang terbilang tidak sedikit itulah, beberapa waktu lalu, tepatnya pada 7 Januari 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Perumda Tirta Kanjuruhan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Pemkab berharap ada bantuan dari pusat.

Baca Juga : PSBB Skala Mikro, Pemkab Malang Bakal Manfaatkan Sekitar 17 Ribu Jaringan WA di Tingkat RT

”Pada saat audiensi, Pak Menteri belum bisa baca proposal (yang diajukan Pemkab Malang, red) secara utuh. Namun beliau mengapresiasi langkah bupati Malang dalam rangka mengentaskan kekeringan. Sudah punya program seperti itu,” ucapnya.

Program yang diapresiasi  Kementerian PUPR itu adalah pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang diinisiasi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Seperti yang sudah diberitakan, proyek pembangunan SPAM yang diinisiasi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan ini dibagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah pembangunan SPAM di wilayah Sungai Lesti yang berlokasi di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

 Jika terealisasi, SPAM yang memanfaatkan Sungai Lesti ini diklaim mampu mengentaskan kekeringan di 4 wilayah. Yakni di Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo, dan Kalipare.

Sedangkan SPAM ke-2 dibangun di mata air Kaligoro, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Megaproyek yang pengerjaannya dimulai pada tahun 2021 ini digadang-gadang mampu menyelesaikan masalah kekeringan di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan.

Sementara itu, dari peninjauan yang dilakukan pada Sabtu (6/2/2021), proyek pembangunan SPAM dalam tahap awal telah menyedot anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang senilai Rp 20 miliar. Artinya, guna merealisasikan pembangunan SPAM yang ditujukan untuk mengentaskan wilayah langganan kekeringan, yakni di Kecamatan Subermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak, Donomulyo, dan Kalipare ini, masih butuh suntikan dana tambahan sekitar Rp 360 miliar.

”Total untuk pembangunan seluruh SPAM di Malang Selatan itu, membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 380 miliar,” ungkap Syamsul.

Anggaran ratusan miliar itu  bersumber dari 2 “kantong”. Selain dari APBD yang sudah mulai dialokasikan sekitar Rp 20 miliar tadi, Perumda Tirta Kanjuruhan juga berhadap ada suntikan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga : Tempat Pengungsian Jauh, Warga Nekat Bikin Tenda di Tanggul Sungai

”Jadi, total seluruhnya Rp 380 milar, kemudian yang difasilitasi oleh pemda (Pemerintah Daerah Kabupaten Malang) beserta Perumda Tirta Kanjuruhan itu kurang lebih sekitar Rp 103 miliar. Kemudian yang sisanya Rp 277 miliar itu diharapkan dibantu oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Rinciannya, anggaran yang digelontorkan dari Pemda Kabupaten Malang dan Perumda Tirta Kanjuruhan senilai Rp 103 miliar tersebut ditujukan untuk pembangunan SPAM yang digunakan untuk memasok 2 wilayah kekeringan di Kabupaten Malang. Yakni di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan.

Sedangkan SPAM yang ditujukan untuk mengentaskan kekeringan di 4 wilayah lainnya, yakni di Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo, dan Kalipare, membutuhkan bantuan dana APBN senilai Rp 277 miliar. ”Kemarin kami (Pemkab Malang) audiensi ke Pak Menteri (PUPR) minta (bantuan, red) yang SPAM untuk 4 wilayah, yaitu mulai dari Kecamatan Donomulyo, Kalipare, Pagak dan Bantur,” ucapnya.

Menanggapi pengajuan terkait pembangunan SPAM saat audiensi pada 7 Januari 2021 itu, lanjut Syamsul, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengaku sangat mengapresiasi gagasan dari Pemkab Malang terkait upaya pengentasan kekeringan tersebut. ”Kalau skema biaya memang belum bisa dipastikan. Tapi yang jelas pada proposal yang kami ajukan memang minta dukungan. Artinya pemerintah daerah juga berbuat, kemudian kekurangan anggarannya minta bantuan dari APBN,” ucapnya.

Lantas kapan nominal dari APBN yang ditaksir mencapai Rp 277 miliar itu bakal cair? Syamsul mengaku belum bisa memastikannya. ”Waktu audiensi kemarin memang minta bantuan untuk dukungan pembangunan SPAM Malang Selatan. Tapi anggaran dari pemerintah pusat belum bisa dipastikan kapan (cair, red). Tapi yang jelas Pak Menteri (PUPR) sudah mengapresiasi dan akan memperhatikan (prioritas, red),” ujarnya.

 

Topik
Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Pemkab Malang Proyek Air Bersih

Berita Lainnya