Alur dan fitur Marketplace untuk Bumdesa Tulungagung. (Foto: TULUNGAGUNGTIMES)
Alur dan fitur Marketplace untuk Bumdesa Tulungagung. (Foto: TULUNGAGUNGTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES - Aktivitas jual beli secara online memang sedang naik daun beberapa tahun belakangan. Salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk berdagang secara online di Indonesia adalah Marketplace.

Pengertian dari Marketplace sendiri adalah perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Bisa dikatakan marketplace adalah deparment store online atau pasar online. Menangkap peluang itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Tulungagung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) membuat marketplace Bumdesa Tulungagung.

Baca Juga : Dibahas Dengan Musyawarah, UMK Tulungagung 2021 Ditetapkan Rp 2.010.000

Kepala DPMD Kabupaten Tulungagung melalui Kabid Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan Wahyu Yuniarko mengatakan, tujuan dari marketplace Bumdesa adalah memberikan alternatif pada Bumdesa untuk mengembangkan usaha melalui marketplace yang dimiliki sendiri dengan tetap membuka ruang kolaborasi dengan marketplace yang sudah berkembang.

"Marketplace memberikan ruang pada Bumdesa untuk berkontribusi dalam pemberdayaan usaha mikro desa," kata Wahyu melalui pesan Whatsapp, Kamis (14/1/2021).

Marketplace Bumdesa dalam website pasardeso.tulungagung.go.id, kata Wahyu, akan memberikan pengenalan serta pembiasaan pada Bumdesa dan masyarakat tentang potensi, tantangan, peluang dan keniscayaan kebutuhan terhadap perkembangan ekonomi digital.

Dijelaskan olehnya, keunggulan dari marketplace Bumdesa ada dukungan fitur kontrol. Salah satunya adalah grafis penjualan tercatat dengan baik sehingga mempermudah analisa tren pasar, rekapitulasi omzet, laba, jumlah barang terjual dan jumlah pesanan.

Selain itu, lanjutnya, juga dilengkapi fitur tren penjualan berdasarkan produk dan grafis laporan penjualan dengan rentan waktu mingguan, bulanan dan tahunan.

Baca Juga : Bupati Lumajang Resmikan Launching BUMTREN di Pondok Darun Najah

"Ada juga fitur untuk mencetak rincian pesanan atau bukti transaksi untuk pelanggan, berikut rincian item pembelian," jelasnya.

Mengenai teknis pengoperasian, menurut Wahyu, dikelola oleh DPMD Kabupaten atau admin yang ditunjuk untuk memfasilitasi, mengontrol dan melaporkan secara reguler/berkala, mengevaluasi, serta menjadi Customer Service.

Diketahui, marketplace untuk Bumdesa dilaunching oleh DPMD Tulungagung selama 3 hari, dan ditutup hari ini, Kamis (14/1/2021) melalui daring.