Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq M.ML dan Wabup Lumajang Ir. Indah Amperawati (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq M.ML dan Wabup Lumajang Ir. Indah Amperawati (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ketika menyampaikan nota keuangan di depan sidang paripurna DPRD, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq menyebut sejumlah program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Dibidang transportasi dan perhubungan, Pemkab Lumajang akan melaksanakan pemasangan CCTV pada tempat-tempat yang rawan kejahatan, dan pemasangan penerangan jalan di tempat-tempat yang rawan terjadi kecelakaan laulintas.

Baca Juga : Pemkab Malang Berupaya Segera Masuk Zona Hijau Covid-19, Siapkan Anggaran di Tiap OPD 

 

"Didalamnya juga penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalulintas serta pengendalian disiplin lalulintas dan angkutan jalan," urai Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Sedangkan dibidang pariwisata, akan difokuskan kepada pembangunan dan pengembangan kawasan wisata Ranupane, Ranu Regulo dan sekitarnya, serta destinasi wisata lainnya di Kabupaten Lumjang. Pengembangan wisata ini menurut Cak Thoriq, sempat tertunda karena pandemi Covid-19 di tahun 2020, dan akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Sementara dibidang pelayanan publik, Pemkab Lumajang akan meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, yang diharapkan 100 persen bisa tuntas di kecamatan, bahkan akan menjalankan sistem jemput bola.

Dibidang sosial, Pemkab Lumajang akan fokus kepada penanganan dampak covid-19 sesuai dengan kebijakan pemerinah pusat, santunan kematian, bantuan kepada korban kebakaran, yang ditargetkan tuntas di kecamatan.

"Selain itu kebijakan bantuan sosial akan dialokasikan untuk program Kotaku, rehab rumah tidak layak huni, penyediaan air besih dan sanitasi dasar, terutama bagi bagi masyarakat kurang mampu," jelas Ca Thoriq.

Baca Juga : Disnaker-PMPTSP Ajukan Dua Nominal, Ini Besaran UMK yang Disetujui Wali Kota Malang 

 

Masih dibidang sosial, juga akan diberikan bansos kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial, bantuan kepada panti asuhan dan panti sosial, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi, bansos untuk iuran BPJS PBID.

"Kami juga juga akan arahkan kebijakan pertanian dengan memperluas pertanian organik, bantuan kepada usaha mikro dalam bentuk penguatan modal, dan pemberikan pinjaman tanpa bunga kepada wlijo terus akan kami perluas jangkauannya," urainya kemudian.

Masalah sosial lainnya yang akan menjadi cakupan APBD 2021 dalam bentuk hibah antara lain kepada bidang pendidikan, hibah keagamaan kepada LPTQ, honor kepada guru ngaji, bantuan sarana untuk rukem, hibah kepada bidang kesehatan, olahraga dan organisasi kemasyarakatan lainnya, yang anggarannya melekat pada SKPD di Kabupaten Lumajang.