Paslon nomor urut 1 SanDi, Sanusi (kiri) dan Didik Gatot Subroto (kanan) (Foto : Istimewa)
Paslon nomor urut 1 SanDi, Sanusi (kiri) dan Didik Gatot Subroto (kanan) (Foto : Istimewa)

Paslon nomor urut 1, SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) memastikan jika seluruh janji dan program yang disampaikan saat kampanye, bakal dimasukkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Malang.

Calon Bupati Malang nomor urut 1, Sanusi mengatakan, masuknya janji politik saat kampanye ke dalam RPJMD tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. 

Baca Juga : Ada Ratusan Ponpes di Kabupaten Malang, SanDi Siapkan Bantuan Operasional dan Infrastruktur

Hal tersebut sekaligus bentuk tangung jawab jika dirinya diberi kepercayaan kembali memimpin kabupaten terluas kedua di Jawa Timur itu. Selain itu, dia mengatakan bahwa kampanye tidak hanya bertujuan untuk meraup suara semata, tetapi juga untuk kemaslahatan masyarakat.

”Nah janji politik itu yang harus dimasukkan dalam program pemerintah, makanya visi misi bupati itu nanti setelah terpilih akan ditetapkan sebagai RPJMD,” tegas Sanusi.

Menurutnya, planning untuk memasukkan seluruh janji politik kedalam RPJMD tersebut, sesuai dengan instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri). 

”Sehingga ada visi misi itu yang harus dilakukan oleh para calon, ketika dirinya terpilih nanti harus dilaksanakan. Mendagri juga memberi pengarahan ketika saya dilantik (sebagai Bupati Malang) setahun yang lalu, apabila janji politik itu harus didahulukan untuk dilaksanakan oleh setiap kepala daerah. Tujuannya untuk memenuhi harapan masyarakat,” ucap Sanusi.

Di sisi lain, Sanusi juga menyayangkan jika ada paslon yang mengikuti Pilkada, tetapi hanya memberikan janji dan memperkenalkan diri dengan hanya menebar APK (Alat Peraga Kampanye). 

Sebab, menurut pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini, hal terpenting yang harus dilakukan saat menjadi paslon dalam Pilkada, adalah mendengar aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya diwujudkan ketika sudah terpilih nanti.

”Nah itu kan pendidikan politik, kalau sudah nanti sama-sama menyadari dalam Pilkada bukan hanya janji-janji, iming-iming maupun APK dan yang lainnya. Tetapi yang bener itu keinginan masyarakat bisa diaktualisasikan oleh pimpinan yang terpilih ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga : Debat Publik Perdana Pilkada Malang 2020, KPU Usung Tema Kesejahteraan Rakyat

Jika apa yang disampaikan Sanusi tersebut dilakukan oleh semua paslon, maka pihaknya memastikan jika masyarakat nantinya bisa murni memilih karena hati nurani. 

”Jadi kampanye itu harus banyak menyerap aspirasi masyarakat, karena berpolitik dalam pemilihan pilkada seharusnya memang harapan masyarakat ini yang harusnya kita kembangkan ke depan. Sehingga mereka memilih pimpinan itu sesuai dengan nurani dan harapan yang mereka inginkan untuk masa depan,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ saja, selain memasukkan seluruh visi misi yang diemban kedalam RPJMD, Sanusi juga akan membuat regulasi pendukung seperti Perda (Peraturan Daerah) maupun Perbup (Peraturan Bupati), guna mengaktualisasikan seluruh janji dan program yang disampaikan saat kampanye.

”Janji politik masuk dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati, dan itu akan disahkan dalam Perda dan RPJMD Kabupaten Malang 5 tahunan itu,” pungkasnya.