Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika saat berada di ruangannya. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika saat berada di ruangannya. (Foto: Dok. JatimTimes) 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang akan menggelar debat publik perdana antarpasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang pada 30 Oktober mendatang. Rencananya, pada debat perdana itu, akan mengangkat tema Kesejahteraan Rakyat. 

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan bahwa debat publik perdana akan diselenggarakan di Gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang. 

"Kita rencana sementara hingga saat ini di DPRD, ruang sidang paripurna," ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon oleh pewarta, Kamis (22/10/2020). 

Dalam menjalankan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 di mana terdapat pembatasan yang sangat ketat dalam segala proses bentuk tahapan Pilkada serentak tahun 2020 ini, Dika -sapaan akrabnya- mengatakan bahwa dari KPU Kabupaten Malang akan menayangkan secara streaming. 

"Iya kita tayangkan Live di televisi, radio, dan Streaming dari media sosial KPU Kabupaten Malang dan punyanya media massa televisi itu," terangnya. 

Untuk orang yang diperbolehkan masuk ke dalam ruang debat publik disampaikan Dika bahwa masing-masing paslon hanya dapat membawa tim pemenangan sebanyak empat orang. "Kalau sekarang aturannya tidak dapat menghadirkan pendukung hanya empat orang untuk tiap tim paslon dan tim kampanyenya yang dapat ikut," sebutnya. 

Sementara itu, untuk tema perdana terkait debat publik yang akan digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang pada tanggal 30 Oktober 2020 nantinya, KPU Kabupaten Malang akan memberikan tema debat perdana yakni "Kesejahteraan Rakyat". 

"Tema debat pertama kesejahteraan rakyat. Karena kalau untuk tema sudah ada ketentuan. Nanti kita bagi menjadi tiga tema globalnya," katanya. 

Setelah menggunakan tema debat pertama yakni kesejahteraan rakyat, ketiga paslon akan melakukan debat publik yang kedua dan ketiga di Bulan November dan Bulan Desember 2020. "Debat kedua kita rencanakan di tanggal 20 November terkait pembangunan dan lain-lain. Debat ketiga tanggal 1 Desember lebih spesifik terkait pelayanan publik dan hubungan kelembagaan kalau tidak salah," bebernya. 

Terkait ketentuan-ketentuan yang nantinya bakal diterapkan pada tahapan debat publik ketiga paslon, Dika menuturkan bahwa perwakilan tim pemenangan telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KPU Kabupaten Malang. "Kemarin kami sudah koordinasi untuk tempat kami koordinasikan lagi. Karena kemarin kita sampaikan, estimasi di sini dan seterusnya. Setelah ini kita ada koordinasi final lagi tanggal 25 (Oktober, red) dengan tim kampanye," pungkasnya. 

Sebagai informasi bahwa pada Pilkada Kabupaten Malang 2020, diikuti oleh tiga kontestan yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) nomor urut satu. Selanjutnya ada Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) dengan nomor urut dua. Serta yang terakhir dari paslon perseorangan yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko.