Sanusi Calon Bupati Malang dari paslon SanDi nomor urut 1 (kiri), bersama Ketua MWC NU Kecamatan Gondanglegi Ahmad Zen (kanan) saat menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (Foto : Istimewa)
Sanusi Calon Bupati Malang dari paslon SanDi nomor urut 1 (kiri), bersama Ketua MWC NU Kecamatan Gondanglegi Ahmad Zen (kanan) saat menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (Foto : Istimewa)

Calon Bupati Malang Sanusi nomor urut 1 dari Paslon SanDi (Sanusi - Didik Gatot Subroto), bakal melibatkan kaum santri dan lingkungan Ponpes (Pondok Pesantren) guna memaksimalkan pembangunan Kabupaten Malang.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini, saat mengelar kampanye di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (22/10/2020). 

Baca Juga : Peringati Hari Santri, Paslon SanDi Bakal Tingkatkan Insentif Guru TPQ

”Karena di Kabupaten Malang ini mayoritas santri, maka ke depan santri harus diberdayakan. Sehingga nanti santri bisa eksis untuk bisa bersama-sama membangun khususnya di Kabupaten Malang. Tentunya bersama-sama dengan komponen masyarakat yang lain,” ungkap Sanusi.

Dari pantauan Sanusi, sampai dengan saat ini sudah ada ratusan ponpes yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang. Selain itu, jumlah santri yang mencapai puluhan ribu, diklaim Sanusi mampu untuk bersinergi dalam membangun Kabupaten Malang menuju Malang Makmur.

”Potensi pondok pesantren di Kabupaten Malang sungguh sangat besar. Ada lebih 600 pondok pesantren yang santrinya rata-rata antara 200, 3 ribu, hingga 5 ribu per pondok. Potensi ini harus diberdayakan, sehingga ke depan sudah waktunya Pemkab (Malang) untuk peduli ke pesantren,” ucap Sanusi.

Jauh sebelum kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Malang, Sanusi yang sempat menjadi Wakil Bupati Malang sebelum akhirnya menjadi Bupati Malang menggantikan Rendra Kresna sejak 2019 silam ini, sebenarnya sudah menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap para santri maupun Pondok Pesantren.

Namun demikian, pihaknya mengaku akan terus memberikan perhatian di sektor keagamaan, terutama di bagian operasional maupun pembangunan infrastruktur. ”Bantuan yang akan kami berikan bisa dalam bentuk bantuan anggaran operasional untuk pendidikan, maupun infrastruktur di pondok pesantren,” sambung Sanusi.

Khusus di bidang infrastruktur, Sanusi mengaku bakal membantu pembangunan seperti misalnya dalam pengadaan perpustakaan, hingga pembangunan kamar mandi yang dianggap sering terabaikan.

Proses pembangunan infrastruktur tersebut, dijelaskan Sanusi sudah mulai dilaksanakan oleh yayasan melalui dana hibah. ”(Pembangunan infrastruktur ponpes) Sudah dilaksanakan oleh yayasan, tinggal nanti kita mendukung infrastruktur yang bisa diberikan kepada pondok pesantren berupa hibah itu,” ujarnya.

Baca Juga : HUT Ke-56 Partai Beringin, Golkar Ngawi Potong Tumpeng

Belakangan diketahui, wujud kepedulian Paslon SanDi terhadap santri tersebut sesuai dengan yang diharapkan oleh para pengasuh ponpes yang ada di Kabupaten Malang. Salah satunya seperti yang disampaikan oleh Ahmad Zen selaku pengasuh pondok sekaligus Ketua Yayasan Panti Asuhan Petermas Gondanglegi.

”Perhatian Pemkab Malang terhadap Pondok Pesantren sudah besar, Alhamdulillah perhatian luar biasa. Tetapi para santri, guru ngaji juga tetap harus diperhatikan. Terutama masalah infrastruktur yang ada di pondok atau atau TPQ (Taman Pembelajaran Al-quran),” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2020).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Kecamatan Gondanglegi ini, infrastruktur yang jarang mendapat perhatian adalah disektor kamar mandi dan pengadaan perpustakaan. ”Bantuan pembangunan rehab jamban, kamar kecil, kadang kala di pondok pesantren kurang dapat perhatian. Termasuk perpustakaan, hal yang memang itu penting. Terlebih saat ini budaya membaca kadang kala masih lemah,” pungkasnya.