Menteri Keuangan Sri Mulayani membeberkan tanda-tanda Indonesia akan mengalami resesi akibat pandemi Covid-19.
Ia memaparkan kondisi kinerja APBN hingga akhir Juli 2020. Dari hasil tersebut, fiskal negara masih belum memberikan tanda-tanda yang bisa membuat ekonomi melaju hingga akhir tahun.
Baca Juga : Pelaku Usaha Kecil di Lumajang Diharapkan Respon BLT UMKM Dengan Cepat
Sri Mulyani lantas menyebut ekonomi nasional berpotensi minus sepanjang tahun 2020. Walhasil jika memang benar, Indonesia maka akan resmi resesi.
Lantas apa saja tanda-tanda tersebut?
- Di kuartal I-2020 perekonomian Indonesia tumbuh di level 2,97%.
- Di kuartal II-2020 terkontraksi minus 5,32 % akibat dampak Covid-19.
- Sementara di kuartal III-2020 Sri Mulyani mengungkapkan outlook pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 0% hingga minus 2%.
Hal itu menyusul belum terjadinya pembalikan ekonomi nasional yang solid.
"Melihat di kuartal III downside risk tetap menunjukkan risiko yang nyata, kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%," kata Sri Mulyani.
Baca Juga : Harga Garam Anjlok, DPRD Pamekasan: Ada PR Besar Bagi Dirut Baru
Lebih lanjut Sri Mulyani mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2020 ini akan berada di kisaran 1,1% hingga positif 0,2%.
Setidaknya, kata Sri, ada dua kunci yang mungkin bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari jurang resesi.
Yakni konsumsi rumah tangga dan investasi. Terkait dengan laju konsumsi rumah tangga, ia mengungkapkan pemerintah akan mempercepat penyerapan belanja.
Lantaran hal ini juga akan berdampak pada perekonomian di kuartal III-2020.