Halalbihalal digelar Pemkab Blitar secara online sekaligus penbentukan kampung tangguh bencana.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Halalbihalal digelar Pemkab Blitar secara online sekaligus penbentukan kampung tangguh bencana.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar halalbihalal secara online pada hari ketiga perayaan Idul Fitri, Selasa (26/5/2020).

Silaturahmi secara virtual diikuti Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Maehaeinis Urip Widodo, Sekda Totok Subihandono, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blitar, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). 

Baca Juga : Ini Curhat Bupati Malang Terkait Adanya Warga yang Tetap Ibadah di Luar Rumah

“Hari ini hari pertama masuk ASN dan TNI-Polri kami laksanakan halalbihalal secara online karena kita dalam situasi pandemi,” ungkap Bupati Blitar Rijanto.

Bupati bersyukur acara halalbihalal ini dihadiri lengkap oleh wakil bupati, sekda, dan Forkopimda Kabupaten Blitar. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menindaklanjuti pembentukan kampung tangguh bencana sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

Kampung tqngguh bencana wajib dibentuk oleh desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Uniknya,  kampung tangguh ini juga dilombakan dan pemenangnya akan mendapat hadiah dari kapolres Blitar.

“Kampung tangguh bencana ini arahnya adalah untuk pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi masa pandemi. Sebenarnya ini bukan barang baru bagi masyarakat kita, tapi perlu dilembagakan lagi. Lombanya dimulai hari ini dan pemenangnya nanti akan dapat hadiah dari Pak Kapolres,” ucap bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat itu.

Dikatakan bupati, kampung tangguh bencana ini dilandasi semangat gotong royong yang tumbuh dari rakyat untuk rakyat. “Sebagai contoh saja siskamling, ini kan berasal dari masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. Aparat itu membina dan mendampingi lewat babinsa dan bhabinkamtibmas. Kami dorong untuk gotong royong. Ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Hanya , belum terlembagakan dengan baik,” papar bupati.

Sementara, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, sejak awal sebenarnya kampung tangguh bencana telah ada di Kabupaten Blitar dengan pendirian kampung physical distancing. Hasillnya, penularan covid-19 di Kabupaten Blitar berada pada angka nol berkat ketertiban masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga : Bupati Keluarkan Surat, Pasar dan Mal di Jember Tutup 7 Hari

“Kampung tangguh ini harus ada mekanismenya untuk menekan penyebaran covid-19. Grafik penularan covid-19 di kota/kabupaten tetangga kita seperti Tulungagung, Kediri, Batu dan Malang naik. Tapi di Kabupaten Blitar berkat sadarnya masyarakat tentang kesehatan dengan membentuk pos covid-19, grafik kita berada di angka nol,” ujarnya.

Lebih dalam kapolres menyampaikan, kampung tangguh bencana ini akan dilombakan dan pemenang akan diganjar dengan hadiah. Adapun kriteria  lomba meliputi kekompakan serta penurunan dampak covid-19. “Lomba dimulai hari ini. Hari ini kampung tangguh harus berdiri,” pungkasnya.(Adv/Kmf)