Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dalam sebuah riwayat sahih diceritakan, Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat berjamaah dengan para sahabat. Saat salat sedang berlangsung, tiba-tiba saja ada seorang sahabat yang bersin.

Kemudian sahabat yang berada di samping pria yang bersin itu pun mengucapkan kalimat 'Yarhamukallah'. Lalu sahabat yang bersin pun menjawab 'Yahdikumullah'.

Ustadz Bukhari Abdul Muid menyampaikan, sahabat yang mengucapkan kalimat doa bagi orang yang tengah bersin itu tak lain adalah Muaiwiyah bin Hakam. Saat itu, dia disebut sebagai sahabat yang baru saja masuk Islam.

Pasca salat jamaah selesai dilaksanakan, dikisahkan jika Muaiwiyah bin Hakam dilihat oleh banyak sahabat yang juga melaksanakan salat berjamaah bersama Rasulullah. 

Bahkan ada beberapa yang memukul pahanya lantaran merasa sangat kesal.

"Ada juga yang bilang seperti ini, 'ini salat kok ngomong-ngomong'," kata Ustadz Bukhari.

Mendapat perlakuan seperti itu, Muaiwiyah bingung karena tidak mengetahui letak kesalahannya.

Setelah kejadian itu, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat siapa yang berbicara saat salat berjamaah berlangsung. Pertanyaan disampaikan hingga dua kali dan tak ada yang menjawab. 

Muaiwiyah bertanya-tanya mengapa Rasulullah mencari orang yang bersin. Dia pun takut jika telah melakukan kesalahan, meskipun tetap bingung letak salahnya.

Hingga pada akhirnya, pertanyaan ke tiga di jawab oleh Muaiwiyah bin Hakam.

Dia berkata, "Saya wahai Rasulullah,".

Dalam hadits lain pun disebutkan jika Muaiwiyah bin Hakam mengatakan, "Aku tidak melihat guru yang lebih bagus dari Rasulullah. Pada saat semua orang melototi aku dan di antara mereka ada yang memukul paha mereka karena jengkel. Kemudian Rasulullah menghampiriku dengan berkata 'Sesungguhnya salat ini tidak boleh ada perkataan manusia di sana. Sesungguhnya salat itu isinya zikir, tasbih, dan bacaan surat Al-Qur'an,".

Dari kejadian yang kembali dikisahkan dalam berbagai hadits sahih itu, maka ada banyak hikmah yang didapatkan. Salah satunya adalah mengenai pembicaraan yang berlangsung saat salat berlangsung akan membatalkan salat.

Namun disebutkan, jika pada kasus Muaiwiyah bin Hakam tersebut, Rasulullah SAW tak meminta Muaiwiyah mengulangi salatnya. Meski pada kenyataannya berbicara saat salat akan membatalkan salat yang dikerjakan. Karena saat itu, Muaiwiyah tak mengetahui perihal berbicara telah membatalkan salat.