JATIMTIMES - Memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, umat Islam kembali memiliki kesempatan mengerjakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, yakni Puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada kalender Hijriah.
Pada Safar 1448 H, jadwal pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh berbeda antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh penetapan awal bulan Safar yang menggunakan metode berbeda.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Sabtu Legi 18 Juli 2026: Hari Keberuntungan
Lantas, kapan jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026? Berikut rincian tanggal lengkapnya.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026. Dengan demikian, jadwal Puasa Ayyamul Bidh adalah:
• 13 Safar 1448 H: Senin, 27 Juli 2026
• 14 Safar 1448 H: Selasa, 28 Juli 2026
• 15 Safar 1448 H: Rabu, 29 Juli 2026
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026 Versi Pemerintah dan NU
Pemerintah melalui Kalender Hijriah Kementerian Agama menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah pada Kamis, 16 Juli 2026. Penetapan ini juga menjadi acuan Nahdlatul Ulama (NU).
Berdasarkan penetapan tersebut, jadwal Puasa Ayyamul Bidh adalah:
• 13 Safar 1448 H: Selasa, 28 Juli 2026
• 14 Safar 1448 H: Rabu, 29 Juli 2026
• 15 Safar 1448 H: Kamis, 30 Juli 2026
Mengapa Jadwalnya Berbeda?
Perbedaan jadwal terjadi karena adanya perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sedangkan pemerintah menetapkan awal bulan melalui sidang isbat dengan menggabungkan metode hisab dan rukyat. Adapun Nahdlatul Ulama menggunakan rukyatul hilal sebagai dasar utama penentuan awal bulan.
Akibatnya, awal bulan Safar versi Muhammadiyah lebih dahulu satu hari dibandingkan pemerintah dan NU sehingga jadwal Puasa Ayyamul Bidh juga maju satu hari.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum menjalankan puasa sunnah ini, umat Islam dianjurkan membaca niat pada malam hari atau sebelum terbit fajar.
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 18 Juli 2026: Aries hingga Virgo Hari Penuh Ide Baru, Tantangan, dan Kesempatan Berkembang
Artinya:
"Saya niat berpuasa besok pada (Ayyamul Bidh) hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan besar karena dikerjakan tiga hari setiap bulan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk membiasakan Puasa Ayyamul Bidh sebagai amalan rutin setiap bulan Hijriah. Selain menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, puasa sunnah ini juga menjadi salah satu ibadah yang berpahala besar bagi mereka yang mampu mengerjakannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.