free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Resign Berjamaah Pegawai Warnai Dinamika Internal RSI Unisma, Manajemen Buka Suara

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

16 - Jul - 2026, 17:14

Loading Placeholder
Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma) (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Ramainya unggahan di media sosial terkait sejumlah pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang resign berjamaah, memunculkan spekulasi kian peliknya kondisi internal rumah sakit. Isu tersebut semakin menjadi perhatian publik karena muncul tidak lama setelah persoalan keterlambatan pembayaran gaji pegawai mencuat dan sempat ditangani Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang.

Manajemen RSI Unisma tidak membantah adanya gelombang pengunduran diri pegawai. Namun, pihak rumah sakit menegaskan bahwa proses tersebut berlangsung sesuai mekanisme kepegawaian dan tidak dapat disimpulkan sebagai dampak langsung dari persoalan tertentu.

Baca Juga : Yakuza Maneges Bongkar 2 Skandal Dugaan Pelecehan ke Santriwati, Kini Sedang Ditangani Polisi

Human Resources Development (HRD) RSI Unisma, Dwi Ida Novadiana, mengatakan manajemen telah memberikan klarifikasi kepada berbagai pihak terkait isu yang berkembang, termasuk mengenai keterlambatan pembayaran gaji yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

"Manajemen dan yayasan sudah menghadiri panggilan dari Disnaker terkait laporan teman-teman. Kami sudah menanggapi dan alhamdulillah semua berjalan baik. Ada beberapa fase pemeriksaan yang harus kami lewati dan secara prosedur semuanya sudah kami jalani," ujarnya saat ditemui, Kamis (16/7/2026).

Terkait kabar resign massal, Dwi Ida mengakui memang terdapat pegawai yang mengundurkan diri. Namun, menurutnya, pengunduran diri dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku di rumah sakit.

"Memang ada proses pengunduran diri dari teman-teman. Bahkan ada yang masih aktif bekerja karena masa resign mereka baru berakhir akhir Juli, pertengahan Juli, bahkan awal Agustus. Mereka tetap menjalankan kewajibannya sampai batas waktu yang telah ditentukan," katanya.

Ia menjelaskan setiap pegawai yang ingin berhenti bekerja wajib mengajukan surat pengunduran diri minimal satu bulan sebelumnya. Karena itu, status pegawai yang telah mengajukan resign belum tentu langsung berhenti bekerja.

Untuk unit farmasi, Dwi Ida memperkirakan terdapat sekitar enam hingga delapan pegawai yang mengundurkan diri. Namun ia mengaku belum dapat menyampaikan angka pasti karena data kepegawaian terus berubah setiap periode.

Meski demikian, ia menilai keluar masuk pegawai merupakan dinamika yang lazim terjadi di dunia kerja. "Resign itu adalah hak pegawai. Mereka merasa nyaman atau tidak nyaman, cocok atau tidak dengan pekerjaannya, itu relatif. Kami tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap bekerja di sini. Kalau memang ingin berkembang di tempat lain atau memiliki pilihan lain, kami menghormati keputusan mereka," tuturnya.

Menurut Dwi Ida, alasan pegawai mengundurkan diri juga beragam. Ada yang telah diterima bekerja di tempat lain, memilih membuka usaha sendiri, hingga ingin lebih fokus mengurus keluarga.

Ia tidak menampik kemungkinan persoalan gaji menjadi salah satu pertimbangan bagi sebagian pegawai. Namun, manajemen tidak ingin menyimpulkan seluruh pengunduran diri dipicu oleh faktor tersebut.

"Kalau dikembalikan pada akar masalah terkait gaji mungkin saja ada hubungannya. Tetapi kami tidak bisa menilai semua karena itu. Faktanya masih banyak teman-teman yang tetap bertahan dan bekerja dengan loyal di sini," ucapnya.

Baca Juga : Sidang Terpadu di Kota Batu, 10 Anak Dapatkan Hak Perwalian Sah

Di tengah kondisi keuangan rumah sakit yang masih menjadi tantangan, Nova justru memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang tetap menjalankan pelayanan kepada pasien.

"Memang benar ada keterlambatan pembayaran gaji dan pemotongan, itu terjadi di seluruh jajaran. Tetapi alhamdulillah teman-teman tetap bekerja dengan baik. Yang bertugas di kebersihan tetap bekerja, petugas parkir tetap menjalankan tugasnya, tenaga kesehatan juga tetap hadir sesuai jadwal. Itu menunjukkan mereka masih memiliki kepedulian terhadap pasien dan rumah sakit," katanya.

Ia menambahkan pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu karena rumah sakit beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Karena itu, manajemen melakukan penyesuaian penempatan tenaga kesehatan agar kebutuhan pelayanan tetap terpenuhi meski terdapat pegawai yang mengundurkan diri.

Saat ini RSI Unisma memiliki sekitar 360 pegawai. Jumlah tersebut masih akan berubah seiring pembaruan data kepegawaian pada periode berikutnya.

Di sisi lain, manajemen belum berencana membuka rekrutmen pegawai baru. Prioritas rumah sakit saat ini adalah memenuhi hak pegawai yang masih bekerja serta menjaga stabilitas operasional.

"Belum ada rekrutmen baru. Kami fokus pada pemenuhan hak teman-teman supaya tidak menambah beban operasional. Kekurangan tenaga kami maksimalkan melalui penataan personel antarunit sesuai kompetensinya, sehingga pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik," ujar Dwi Ida.

Manajemen juga meluruskan anggapan bahwa unggahan perpisahan pegawai di media sosial berkaitan dengan penutupan layanan farmasi rawat inap. Menurut Dwi Ida, ruangan tersebut memang sedang dikosongkan karena akan direnovasi menjadi sistem pelayanan farmasi satu pintu yang mengintegrasikan layanan rawat jalan dan rawat inap.

Dengan penjelasan tersebut, pihak rumah sakit berharap masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi internal RSI Unisma, sekaligus memastikan bahwa pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama di tengah proses penyesuaian organisasi yang sedang berlangsung.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---