Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat diwawancarai usai upacara HUT Guru dan HUT Korpri (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat diwawancarai usai upacara HUT Guru dan HUT Korpri (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Hari Guru yang jatuh pada 25 November, diperingati bersama dengan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Jember, hari ini (29/11/2019). Sebagai pegawai negara, guru dituntut tidak hanya duduk mengajar dan memberi tugas kepada siswa saja. Melainkan juga harus memiliki banyak kreasi dan inovasi.

"Tantangan guru di zaman sekarang, bukan hanya menghadapi murid nakal saja, tapi lebih dari itu, guru harus lebih banyak kreasi dan inovasi, agar muridnya menjadi murid yang berkompetensi dan memiliki karya nyata,” ujar Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief, usai upacara bendera.

Wabup juga menjelaskan, bahwa tugas guru semakin komplek seiring dengan keinginan dari Menteri Pendidikan. Yakni, guru tidak hanya memikirkan seragam dan buku pelajaran. Namun, juga harus menciptakan suasana yang tidak monoton di dalam kelas.

“Guru tidak harus menunggu perintah untuk berinovasi, tugas guru mengajak muridnya untuk berdiskusi dan menemukan bakat muridnya untuk dikembangkan. Ini inovasi yang ditunggu dari tangan dingin seorang guru,” ujar Wabup.

Selain memperingati Hari Guru ke 74, upacara yang digelar di alun-alun Jember ini juga memperingati HUT Korpri ke 48, kepada Korpri, Wabup berpesan agar agar Korpri di era 4.0 tidak takut dengan persaingan. “Korpri tidak perlu takut untuk bersaing, yang penting tunjukkan kreatifitas dan inovasi dalam memberikan layanan, itu kunci yang utama dalam menghadapi era digital seperti saat ini,” pungkasnya. (*)