Deflasi Jatim Tanda Daya Beli Melemah? Pj Gubernur: Inflasi Tetap Stabil Terkendali
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
08 - Oct - 2024, 08:34
JATIMTIMES - Pada bulan September 2024, Jawa Timur mengalami deflasi bulan ke bulan (m-to-m) sebesar 0,12 persen. Ini adalah deflasi kelima selama 2024. Sejumlah pengamat menyebut deflasi beruntun di Indonesia menjadi pertanda buruk karena akibat daya beli melemah.
Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono buka suara perihal angka deflasi Jatim September 2024. Menurutnya, saat ini laju inflasi di Jawa Timur masih terkendali.
Baca Juga : BPOM Ungkap 10 Produk Herbal yang Merusak Ginjal dan Jantung, Berikut Daftarnya!
“Pada September 2024 Jawa Timur deflasi sebesar 0,12 persen secara month to month hal ini dipicu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang berkontribusi sebesar negatif 0,16 persen terhadap inflasi umum,” papar Adhy Karyono melalui keterangan tertulis, Selasa (8/10/2024).
Sementara itu, secara year to date (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 0,65 persen di Jatim pada September 2024. Adapun secara year on year (y-on-y), terjadi angka inflasi Jatim mencapai 1,73 persen.
Dengan data tersebut, Adhy menyampaikan bahwa tingkat inflasi Jatim sampai dengan bulan September 2024 tetap terkendali, bahkan cenderung terus mengalami penurunan. Inflasi y-on-y Jatim memang mengalami penurunan dibandingkan pada bulan Juli dan Agustus 2024 yang sebesar 2,13 (y-o-y) persen dan 2,05 persen (y-o-y).
“Alhamdulillah, inflasi Jawa Timur tetap stabil terkendali dan terus mengalami tren menurun dari waktu ke waktu, Kita akan terus berupaya memaksimalkan untuk menekan angka inflasi sekecil mungkin,” katanya usai mengikuti rakor.
Lebih lanjut, Adhy sapaan akrabnya mengatakan, penurunan tingkat inflasi Jatim ini di topang oleh beberapa komoditi yang mengalami deflasi, sehingga ikut memberikan andil dalam menjaga stabilitas inflasi di Jatim sesuai target nasional kisaran 2,5 +- 1 persen.
Kemudian, kata Adhy, komoditi cabai rawit menjadi komoditi yang memberikan sumbangsih penurunan terbesar terhadap inflasi umum Jatim, yakni sebesar minus 0,13 persen. Selain itu ada cabai merah sebesar minus 0,04 persen, telur ayam ras minus 0,02 persen dan daging ayam ras sebanyak minus 0,01 persen.
Pemerintah Jawa Timur sendiri, sambung Adhy akan terus berupaya menjaga dan mengendalikan inflasi sesuai dengan posisi yang stabil sesuai target nasional dengan berbagai langkah...