Ngaku Dibekingi Kades dan Sesumbar Aman, Pelaku Pencabulan Anak Huni Sel Polres Jember
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Yunan Helmy
14 - Sep - 2021, 01:43
JATIMTIMES – Zaelani, warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Jember, pelaku pencabulan terhadap Kencur (bukan nama sebenarnya), siswi salah satu SMA di Tanggul, akhirnya harus mendekam di sel jeruji besi Mapolres Jember. Unit PPA Satreskrim Polres Jember telah menetapkan Zaelani sebagai tersangka dan melakukan penahanan.
Sebelumnya, pelaku sempat sesumbar dan bilang kepada korban bahwa dirinya tidak mungkin bisa ditahan oleh polisi. Selain mengaku sudah dibekingi salah satu kepala desa di Tanggul, Zaelani juga mengatakan dalam video yang beredar, wajah dirinya tidak terlihat.
Baca Juga : Bupati Gresik Gus Yani Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani
“Pelaku bilang kalau dirinya tidak akan ditahan. Bilangnya sih sudah ada jaminan atau backingan dari juragannya yang juga seorang kepala desa. Soal benar tidaknya dibantu Pak Kades, saya juga tidak tahu. Cuma pelaku memang selama ini bekerja menjaga ruko milik Pak Kades,” ujar SM, orang tua Kencur, kepada wartawan beberapa waktu lalu usai mengantarkan anaknya visum.
SM menceritakan, pihaknya sebenarnya berniat menikahkan putrinya (korban) dengan pelaku. Namun tidak jadi. Kemudian keluarga pelaku juga hendak memberi ganti rugi sejumlah uang kepada korban. Tetapi, hal itu pun tidak jadi.
“Memang awalnya mau saya nikahkan, tapi tidak jadi. Terus dari pihak pelaku mau memberi ganti rugi dengan sejumlah uang. Tapi hal ini tidak jadi. Karena ya itu tadi, pelaku bilang kalau katanya tidak jadinya memberi ganti rugi atas saran dari Pak Kades. Apalagi dalam video tersebut wajah pelaku juga tidak terlihat, sehingga pelaku merasa aman. Gitu katanya,” ujar SM menirukan ucapan pelaku.
Merasa dipermainkan oleh pelaku, keluarga korban pun melaporkan peristiwa yang dialami Kencur ke Polsek Tanggul. Kasus itu kemudian diteruskan ke unit PPA Polres Jember.
“Pelaku sudah kami amankan. Dari hasil penyidikan dan pemeriksaan, pelaku lebih dari 10 kali melakukan pencabulan terhadap korban. Hal ini dilakukan pelaku karena korban diancam akan disebar video mesumnya jika korban tidak menuruti keinginan pelaku,” ujar Iptu Diyah Vitasari, kanit PPA Satreskrim Polres Jember, kepada wartawan, Senin (13/9/2021).
Baca Juga : Baca Selengkapnya