Vaksinasi Santri di Jombang Disidak Legislatif, Ini yang Ditemukan

Reporter

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

18 - Jul - 2021, 12:09

Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati saat pantau vaksinasi di Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar. (Istimewa)


JOMBANGTIMES - Percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jombang terus dipantau pihak legislatif. Kurangnya tenaga medis menjadi kendala saat vaksinasi di lapangan.

Salah satu vaksinasi dipantau oleh Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Sabtu (17/7/2021). Di lokasi ini sebanyak 2 ribu santri disuntik vaksin sinovac.

Baca Juga : Wabup Malang Ingatkan Warga Mampu: Jangan Teriak-Teriak Minta Bansos

Untuk menghindari adanya kerumunan, proses vaksinasi dilakukan secara bergelombang. Pihak ponpes dan petugas keamanan berjaga untuk menata antrean sesuai protokol kesehatan.

"Ini tadi 2 ribu sasaran vaksinasi di pondok. Alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai prokes," kata Erna kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Meski berjalan sesuai prokes, vaksinasi di Ponpes Denanyar ini ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya kurangnya tenaga administrasi. Pada vaksinasi kali ini, hanya ada 2 tenaga administrasi. Lainnya yaitu tenaga perawat sejumlah 10 orang terdiri dari tim Puskesmas Pulo 3 orang, RSNU 5 orang dan 2 orang dari tim screening Klinik Babussalam, Kalinening, Mojoagung.

Kurangnya tenaga dalam vaksinasi ini mendorong salah satu anggota Komisi D DPRD Jombang Luluk Chynthia ikut jadi relawan vaksinator. Itu agar proses vaksinasi bisa cepat terselesaikan. 

"Banyaknya tenaga medis yang terpapar juga menjadi kendala dari pelaksanaan percepatan vaksin ini," bebernya.

Baca Juga : PMM Kelompok 13 Gelombang 5 UMM Edukasi UMKM Dusun Rejoso, Desa Wisata Junrejo Kota Batu di Era Pandemi Covid-19

Dari hasil temuannya itu, politisi PKB ini akan merumuskan rekomendasi agar menjadi evaluasi Pemerintah Kabupaten Jombang. Beberapa rekomendasi lainnya berupa realisasi honor vaksinator hingga penggunaan anggaran APBD untuk penanganan Covid-19.

"Saya minta pemerintah daerah lebih memperhatikan dan memperlancar insentif nakes yang melaksanakan vaksin. Kalau memang per-vaksin Rp 5 ribu ya diturunkan. Juga Silpa Tahun 2020 difokuskan untuk memaksimalkan target vaksinasi kita," ucapnya.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette