JATIMTIMES – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Situbondo menghentikan sementara pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah. Tercatat, sebanyak 19 dapur SPPG tidak beroperasi dan menghentikan penyaluran makanan bergizi hingga waktu yang belum ditentukan.
Penghentian operasional tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), infrastruktur dan tata kelola, hingga keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Situbondo sekaligus Ketua Satgas MBG Situbondo, , membenarkan adanya penghentian sementara operasional sejumlah dapur MBG tersebut. Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi dari Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Situbondo. “Iya, mereka sedang melakukan perbaikan-perbaikan sesuai rekomendasi dari Korwil BGN Situbondo,” ujar Akhmad Yulianto, Senin (8/6/2026).
Pria yang akrab disapa Yuli itu menjelaskan, penghentian operasional dilakukan menyesuaikan dengan persoalan yang menjadi dasar pemberian suspensi terhadap masing-masing SPPG. Akibatnya, dalam beberapa hari terakhir sejumlah sekolah tidak lagi menerima distribusi MBG dari dapur yang terdampak. “Dan mereka disuspensi sesuai dengan alasan-alasan yang menjadi dasar pemberian suspensi tersebut,” imbuhnya.
Yuli merinci, terdapat lima SPPG yang mendapat suspensi akibat persoalan IPAL berdasarkan laporan Kreg dan KPPG kepada tim pengawas. Kelima dapur tersebut yakni SPPG Situbondo Panarukan Sumberkolak, SPPG Situbondo Panji Kayuputih, SPPG Situbondo Panji Mimbaan 3, SPPG Situbondo Jatibanteng, serta SPPG Situbondo Banyuglugur Kalianget.
Sementara itu, dua dapur lainnya, yakni SPPG Situbondo Panji Mimbaan 2 dan SPPG Situbondo Talkandang 2, mendapat suspensi lantaran persoalan infrastruktur, fasilitas, serta tata kelola operasional. “Kelima SPPG tersebut tersuspensi karena persoalan IPAL, sedangkan dua SPPG lainnya karena masalah infrastruktur, fasilitas, dan tata kelola,” jelasnya.
Tak hanya itu, sebanyak 12 dapur SPPG lainnya juga menghentikan operasional akibat keterlambatan pencairan dana dari BGN. Dapur yang terdampak meliputi SPPG Panji Mimbaan, Kalibagor, Jatibanteng, Talkandang, Trebungan, Kertosari, Dawuhan, Mimbaan 4, Tanjung Pecinan, Kendit, Katakan, hingga Besuki 3.
Menurut Yuli, kendala tersebut berkaitan dengan keterlambatan aktivasi Virtual Account (VA) karena sistem maupun anggaran BGN yang masih dalam kondisi terblokir. “Sementara SPPG tersebut berkaitan dengan keterlambatan Virtual Account (VA) karena anggaran atau sistem VA BGN yang masih terblokir,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Koordinator Wilayah BGN Situbondo belum memberikan keterangan resmi terkait batas waktu suspensi maupun penyebab keterlambatan pencairan dana MBG. Upaya konfirmasi kepada Korwil BGN Situbondo, Haikal Rizky, masih belum membuahkan hasil.