JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menerima bantuan satu unit gerobak sampah listrik dan satu unit alat pengolah sampah plastik yang merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dari PLN Electricity Services.
Bantuan dari PLN Electricity Services tersebut diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib yang kemudian diserahkan kepada pihak pengelola bank sampah kampung tape Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Baca Juga : MIN 1 Kota Malang Terdepan Dalam Digitalisasi Madrasah, Mulai Terapkan E-Ijazah
Lathifah menyampaikan, bantuan satu unit gerobak sampah listrik dan satu unit alat pengolah atau pencacah sampah plastik untuk mencacah merupakan bantuan yang kedua dari PLN Electricity Services. Sebelumnya telah diterima bantuan berupa gudang pengolahan sampah untuk bank sampah kampung tape Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
"Ini bantuan kedua dari PLN Electricity Services untuk masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum berupa gerobak sampah listrik dan alat pencacah sampah plastik," tutur Lathifah.
Pihaknya mengatakan, bahwa dengan adanya bantuan satu unit gerobak sampah listrik dan satu unit alat pengolah atau pencacah sampah plastik dapat memberikan ruang aktivitas yang lebih bermanfaat untuk masyarakat yang akan memanfaatkan waktu luangnya.
"Ini kan kegiatan yang sangat bermanfaat dan produktif. Mengurangi ghibah, daripada ghibah. Mereka nanti akan mendapatkan pelatihan bagaimana cara mengoperasionalkan alat itu dari PLN juga yang akan memberikan pelatihan," jelas Lathifah.
Dengan adanya bantuan akat berupa gerobak sampah listrik dan alat pengolah atau pencacah sampah plastik ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
"Karena disampaikan oleh teman-teman dari PLN bahwa dengan adanya bantuan ini insya allah ada peningkatan secara ekonomi sekitar 69 persen," ujar Lathifah.
Baca Juga : Apeksi Nite Carnival, Persembahan Khusus untuk Tamu Kehormatan dan Masyarakat Kota Kediri
Selain itu, dengan potensi peningkatan ekonomi tersebut akan memberikan dampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang utamanya di wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum.
"Pasalnya harga jual sebelum diolah itu 1 kilogramnya Rp 6 ribu, kalau sudah dicacah bisa meningkat Rp 13 ribu berarti di atas 100 persen. Pendapatan diprediksi dari Rp 20 juta bisa menjadi Rp 84 juta, naik sekitar 300 persen. Sehingga masyarakat Kabupaten Malang, khususnya yang berada di Kampung Tape, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum secara ekonomi bisa meningkat," ungkap Lathifah.
Pejabat perempuan yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI ini juga menuturkan, bantuan dari PLN Eelectricity Services tidak berhenti di gerobak sampah listrik dan alat pengolah atau pencacah sampah plastik. Tetapi ke depan akan ada bantuan lanjutan sebagai wujud sinergitas antara PLN dengan Pemkab Malang.
"PLN berjanji akan membantu di program-program yang lain, terkait dengan lingkungan utamanya. Jadi kita mengajukan untuk program pembersihan sungai, kemudian kampung wisata, insya allah nanti akan kita evaluasi untuk bantuan yang kedua ini yang diberikan di Kabupaten Malang, insya allah akan ditindaklanjuti dengan program-program yang lain," pungkas Lathifah.