free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

MIN 1 Kota Malang Terdepan Dalam Digitalisasi Madrasah, Mulai Terapkan E-Ijazah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Jul - 2025, 17:57

Loading Placeholder
Ilustrasi penerapan ijazah di MIN 1 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang terus meneguhkan diri sebagai pelopor digitalisasi pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Setelah resmi ditetapkan sebagai madrasah digital sejak Februari 2023, berbagai layanan dan sistem pembelajaran di madrasah ini kini telah terintegrasi secara digital, termasuk implementasi e-ijazah (ijazah elektronik) yang mulai diberlakukan tahun ini.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa transformasi digital ini bukan sekadar perubahan sistem, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan dan pembelajaran yang adaptif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga : Siswa Kelas XII MAN Kota Batu Tampil Totalitas di Ujian Seni Budaya Lewat Pertunjukan Drama

"Kami terus berbenah sejak dinobatkan sebagai madrasah digital. Mulai dari layanan PTSP, surat menyurat, hingga pembelajaran, semuanya kami dorong menuju digitalisasi penuh," jelasnya saat ditemui di MIN 1 Kota Malang belum lama ini.

1

Penerapan e-ijazah menjadi salah satu capaian signifikan tahun ini. Jika sebelumnya ijazah dicetak fisik dengan cap jari dan tanda tangan basah, kini cukup melalui sistem berbasis Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang aman dan cepat. Ijazah bisa langsung dikirim dalam bentuk file tanpa perlu ditempel foto atau distempel secara manual.

"Kami sudah siap sejak tahun lalu. Tahun ini kami terapkan e-ijazah karena memang sudah diperbolehkan untuk madrasah negeri. Bahkan fotonya pun cukup diunggah, tanpa perlu nempel secara fisik. Prosesnya jauh lebih cepat dan efisien," terangnya.

Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kekhawatiran terhadap validitas jangka panjang TTE. Tapi kekhawatiran itu ditepis oleh penjamin sistem yang menyatakan bahwa TTE tetap dapat dibuka dan diakses kapan saja selama masa berlaku dokumennya tidak berakhir.

Transformasi digital di MIN 1 Kota Malang bukan hanya terlihat dalam layanan administrasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari para siswa. Mulai dari absensi, kunjungan ke perpustakaan, hingga pembelian di kantin kini sudah dilakukan secara digital.

Pada proses pembelajaran, siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 telah menjalani sistem pembelajaran digital secara penuh. Setiap hari mereka membawa perangkat dan belajar menggunakan media interaktif buatan guru-guru sendiri. Video pembelajaran yang digunakan pun bukan hasil pencarian di internet, tetapi merupakan produk orisinal dari para pendidik di madrasah tersebut.

"Kami ingin siswa tidak sekadar belajar, tapi merasa tertarik dan terlibat. Maka kami dorong guru-guru untuk membuat konten pembelajaran sendiri agar lebih kontekstual dan menarik," imbuh Kepala Madrasah.

Proses penilaian pun dibuat lebih efisien. Siswa menjawab soal melalui sistem digital, dan jawaban mereka otomatis terekam dan dinilai tanpa perlu koreksi manual dari guru. Hal ini sangat membantu guru dalam pengelolaan waktu dan akurasi penilaian.

Meski digitalisasi membawa banyak manfaat, bukan berarti tanpa tantangan. Permasalahan teknis seperti pengaturan listrik dan kesiapan perangkat masih menjadi kendala, terutama untuk operasional harian yang intensif. Meski begitu, pihak madrasah menyatakan infrastruktur seperti jaringan internet sudah mencukupi untuk mendukung kegiatan digital di semua kelas atas.

Baca Juga : Dari Kampus ke Dunia Nyata: STIE Malangkucecwara Siapkan Mental Tahan Banting Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja 

Sebagai koordinator KKM (Kelompok Kerja Madrasah), MIN 1 Kota Malang juga aktif berbagi pengalaman dan sumber daya dengan madrasah-madrasah swasta di sekitarnya. Setidaknya 10 madrasah swasta sudah bergabung untuk ikut serta dalam praktik baik digitalisasi yang dilakukan MIN 1.

"Kami tidak ingin sukses sendiri. Kami membuka ruang kolaborasi dengan madrasah-madrasah lain, bahkan yang jumlah siswanya sedikit. Kita berbagi sistem, pengalaman, bahkan template ijazah digital agar mereka juga bisa berkembang," tutur kepala madrasah dengan antusias.

Lebih lanjut, sosialisasi terkait e-ijazah sudah dilakukan secara nasional oleh Kementerian Agama sejak Juni lalu. Madrasah kini diperkenankan menggunakan TTE untuk dokumen resmi seperti ijazah, dengan syarat perangkat lunak dan prosedur keamanannya sudah sesuai standar.

Meski beberapa proses seperti rapor digital belum sepenuhnya seragam karena harus dicetak mandiri oleh madrasah, pihak MIN 1 tetap optimis bahwa digitalisasi ini akan menjadi arus utama sistem pendidikan madrasah di masa mendatang.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, MIN 1 Kota Malang menunjukkan bahwa madrasah bukan lagi lembaga pendidikan konvensional, melainkan institusi yang siap bersaing dan relevan di tengah tantangan era digital.

Implementasi e-ijazah hanyalah satu dari sekian banyak lompatan yang dilakukan madrasah ini menuju sistem pendidikan masa depan yang efisien, transparan, dan humanis.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---