JATIMTIMES - Perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji sering kali dipenuhi dengan berbagai ujian, baik fisik maupun spiritual. Salah satu kisah yang penuh hikmah datang dari Malik bin Dinar, seorang ulama ternama yang pernah berjalan kaki ke tanah suci.
Dalam perjalanannya, Malik menemukan sebuah kejadian luar biasa yang menunjukkan bagaimana pertolongan Ilahi bisa hadir melalui makhluk yang tak terduga.
Baca Juga : Relasi Warok dan Laki-Laki Cantik dalam Serat Centhini: Kisah Mas Cebolang di Ponorogo
Kisah ini dicatat oleh Malik bin Dinar dalam buku Surga Bagi Si Ahli Maksiat oleh Dyah Prameswarie. Sosoknya merupakan seorang ulama besar yang juga pernah berjalan kaki menunaikan ibadah haji ke Makkah. Malik, yang merupakan anak seorang budak dari Persia, dan murid dari Hasan Al Bashri, melewati hutan lebat dan padang ilalang dalam perjalanannya.
Suatu hari, saat melewati kawasan hutan lebat dan padang ilalang, Malik mengambil waktu sejenak untuk beristirahat di bawah pohon rindang. Matanya tertuju pada seekor burung gagak yang terbang rendah, membawa sesuatu di paruhnya. Penasaran, Malik mengikuti jejak burung itu dengan hati-hati. Rasa pensaran kian berkecamuk dalam diri Malik tentang ala yang terjadi. Sampai akhir burung Gagak itu membawanya sampai di mulut sebuah gua terpencil.
Di dalam gua itu, Malik menemukan seorang pemuda yang terluka dan terikat. Pemuda tersebut merupakan korban dari perampokan yang dialaminya selama perjalanan. Perampok membuangnya pemuda tersebut dalam gua agar apa yang diperbuat tak diketahui orang lain.
Sempat muncul kepasrahan akan nasibnya. Namun kebesaran Allah muncul. Pemuda tersebut tidak sendirian dalam kesulitannya. Setiap hari, seekor burung gagak datang membawa roti dan air, memberikan harapan dan kehidupan baginya.
Pemuda itu menceritakan bahwa selama lima hari terperangkap, ia hanya bisa mengandalkan doa dan kesabaran. Doanya kepada Allah SWT dijawab dengan cara yang tak terduga melalui burung gagak yang setia membantunya bertahan hidup.
Baca Juga : Terlanjur Potong Kuku Sebelum Kurban, Bagaimana Hukumnya?
Kebesaran Allah kian nyata ketika burung tersebut seolah memberi tahu Malik tentang apa yang dialami oleh pemuda tersebut. Dengan bantuan Malik, pemuda tersebut akhirnya dibebaskan dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju tanah suci dengan penuh rasa syukur.
Kisah ini menjadi pengingat akan kekuatan doa dan rahmat Allah, sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Mu’min ayat 60 yang mengingatkan kita untuk terus berdoa dan yakin bahwa doa akan dikabulkan. Dalam setiap cobaan, kesabaran dan keimanan adalah kunci yang membuka pintu pertolongan.
"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."(QS Al-Mu’min ayat 60).