free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Isyarat Oksigen dalam Alquran Terungkap Jauh Sebelum Sains Modern

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

05 - May - 2026, 09:29

Loading Placeholder
Ilustrasi keterkaitan oksigen, tumbuhan, dan kehidupan yang tergambar dalam perspektif sains modern serta isyarat dalam Alquran (ist)

JATIMTIMES - Pembahasan tentang oksigen sebagai unsur vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup tidak hanya menjadi ranah ilmu pengetahuan modern, tetapi juga telah disinggung dalam Alquran sejak berabad-abad lalu. Zat yang dilambangkan dengan huruf O ini berperan penting dalam proses respirasi seluler, sehingga keberadaannya menjadi syarat mutlak bagi kelangsungan hidup di bumi. Tanpa oksigen, manusia, hewan, dan tumbuhan tidak akan mampu bertahan hidup.

Dalam sejarah sains, oksigen baru dikenali secara terpisah pada abad ke-18. Penemuan ini dikaitkan dengan Carl Wilhelm Scheele pada 1773 dan Joseph Priestley pada 1774. Meski demikian, istilah oksigen sendiri baru diperkenalkan oleh Antoine Lavoisier pada 1777 setelah ia berhasil menjelaskan peran unsur tersebut dalam proses pembakaran sekaligus meruntuhkan teori flogiston yang berkembang saat itu.

Baca Juga : Asal Usul Teko dan Ceret yang Berada di dalam Kakbah

Jauh sebelum perkembangan ilmu kimia modern, Alquran telah memberikan isyarat tentang fenomena yang berkaitan dengan oksigen, termasuk kondisi minimnya udara di luar angkasa. Hal ini tergambar dalam firman Allah pada Surah Al An’am ayat 125 yang menyebutkan bahwa dada orang yang disesatkan akan terasa sempit seakan-akan sedang naik ke langit. Ayat ini berbunyi, “Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, Dia akan membukakan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit lagi sesak, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.”

Gambaran tersebut kerap dipahami sebagai ilustrasi kondisi manusia ketika berada di ketinggian atau luar angkasa yang kekurangan oksigen sehingga mengalami sesak napas. Dalam perspektif keimanan, hal ini menjadi salah satu tanda kebesaran Allah yang menciptakan hukum-hukum alam secara presisi.

Selain menggambarkan kondisi atmosfer, Alquran juga mengisyaratkan proses terbentuknya oksigen melalui tumbuhan. Ilmu pengetahuan modern menjelaskan bahwa oksigen dihasilkan melalui fotosintesis, yaitu proses yang melibatkan karbon dioksida, air, sinar matahari, dan klorofil untuk menghasilkan glukosa serta oksigen. Keberadaan hutan sebagai paru-paru dunia pun menjadi bukti pentingnya tumbuhan dalam menjaga keseimbangan udara di bumi.

Dalam Surah Al Waqiah ayat 71 hingga 72 disebutkan, “Tidakkah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan pohon itu atau Kami yang menjadikannya.” Ayat ini tidak sekadar membahas api, tetapi juga menyinggung keterkaitan antara pohon dan proses yang memungkinkan api menyala, yaitu keberadaan oksigen.

Penjelasan yang lebih spesifik juga ditemukan dalam Surah Yasin ayat 80 yang berbunyi, “Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari pohon yang hijau, maka tiba-tiba kamu menyalakannya.” Kata “hijau” merujuk pada klorofil, zat penting dalam daun yang memungkinkan fotosintesis berlangsung. Tanpa klorofil, tumbuhan tidak dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup.

Baca Juga : Gresik Gaspol Digitalisasi, Ribuan ASN Ikut GTA 2026

Seorang pakar tafsir, misalnya, dapat melihat ayat-ayat ini sebagai bentuk isyarat ilmiah yang menunjukkan keterkaitan antara wahyu dan fenomena alam. “Alquran bukan buku sains, tetapi ia memberi petunjuk yang mendorong manusia untuk berpikir dan meneliti ciptaan Allah,” ujar seorang narasumber dalam kajian tafsir ilmiah.

Dalam konteks keimanan, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya merenungkan ciptaan Allah sebagai jalan menuju keyakinan. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan kamu berpikir tentang zat Allah.” Hadis ini diriwayatkan untuk mengarahkan manusia agar mengkaji alam semesta sebagai tanda kebesaran-Nya.

Keterkaitan antara wahyu dan ilmu pengetahuan ini menunjukkan bahwa Alquran tidak hanya berbicara dalam dimensi spiritual, tetapi juga memberi isyarat yang relevan dengan perkembangan sains. Penjelasan mengenai oksigen, atmosfer, dan peran tumbuhan menjadi salah satu contoh bagaimana teks suci tersebut mengajak manusia untuk memahami alam secara lebih mendalam sekaligus memperkuat keimanan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---