free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Menurut Hadist, Ini Sedekah yang Paling Besar

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

06 - Nov - 2024, 11:07

Loading Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Sedekah menjadi salah satu hal yang dianjurkan Allah SWT maupun Rasulullah SAW. Hukum sedekah adalah sunnah muakkad, yang artinya sangat dianjurkan. Sedekah sendiri berbagai macam bentuknya. Sehingga bukan hanya dalam bentuk harta benda, namun juga dapat dalam bentuk lainnya.

Berbicara tentang sedekah, ada sedekah-sedekah yang memang memiliki kadar pahala yang sangat besar. Lalu sedekah seperti apakah yang memiliki pahala besar ?. 

Baca Juga : Ramai, Keluhan Peziarah Soal Peminta-minta di Makam Sunan GunungJati

Dalam sebuah hadist riwayat Muttafaq'alaih dari Syarah Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi, dijelaskan tentang sedekah yang memiliki pahala begitu besar.  

"Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?"

Kemudian Rasulullah pun bersabda, "Yaitu jika engkau bersedekah, engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir. Kau takut menjadi fakir dan engkau sangat berharap menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata, 'Yang ini untuk fulan dan yang ini untuk fulan', padahal yang demikian itu memang untuk fulan."

Dalam hadits tersebut menjelaskan, bahwa sedekah yang memiliki pahala begitu besar adalah sedekah yang dilakukan seseorang ketika dalam keadaan sehat dan sebenarnya ia kikir. 

Berbeda ketika bersedekah dalam keadaan sakit, terlebih saat seseorang mendekati ajalnya. Dalam kondisi ini, mereka telah menyadari bahwaharta bukan lahi miliknya. Ketika mati, semua hal yang ada di dunia akan terputus.

Selain itu, sedekah dalam kondisi saat kaya juba akan mendapatkan balasan yang luar biasa oleh Allah SWT. Dalam Jawahur Al Bukhari oleh Asy Syarqawi dan ditulis oleh Syaikh Muhammad Imarah diterjemahkan terjemahan M Abdul Ghoffar, bahwa sedekah bertujuan menguatkan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak sebaliknya, seperti dalam keadaan sakit atau jelang kematian.

Baca Juga : Penentuan Juara Lomba Creative Content Competition Dispendukcapil Kabupaten Malang, 20 Besar Masuk Penilaian Juri

Dari makna hadits ini, tentunya telah jelas bahwa sebaiknya, ketika seseorang dalam kondisi sehat, dan mempunyai rezeki, dianjurkan hendaknya untuk bersedekah.

Anjuran tentang sedekah juga dijelaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya surah Al Baqarah ayat 267.
Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Hadist riwayat Muslim, bahwa Rasulullah SAW dalam haditsnya turut menerangkan tentang sedekah. Rasulullah bersabda :

"Hendaknya engkau bersedekah sementara engkau dalam keadaan sehat dan tamak, yakni engkau sedang menginginkan (mencintai) kehidupan dan mengkhawatirkan kemiskinan. Dan janganlah engkau menunda sedekah itu hingga (saat) ruh telah sampai di tenggorokan, lalu engkau (baru) mengatakan, 'Untuk fulan sekian (aku berikan dari hartaku) dan untuk fulan sekian.' Ketahuilah, harta itu telah menjadi milik fulan." 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---