JATIMTIMES – Kehidupan di surga menjadi salah satu janji terbesar Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Al-Qur'an maupun hadis Rasulullah SAW berkaki-kali menggambarkan bahwa kenikmatan surga tidak dapat dibandingkan dengan segala kemewahan yang pernah ada di dunia. Bahkan, penghuni surga yang memiliki derajat paling rendah sekalipun akan memperoleh karunia yang jauh melampaui kekayaan seorang raja di dunia.
Gambaran tersebut dijelaskan Rasulullah SAW melalui sebuah hadis yang mengisahkan dialog antara Nabi Musa AS dengan Allah SWT. Dalam percakapan itu, Nabi Musa ingin mengetahui seperti apa keadaan penghuni surga yang memiliki kedudukan paling rendah dan bagaimana pula kenikmatan yang diberikan kepada penghuni dengan derajat paling tinggi.
Baca Juga : KEPEMIMPINAN PBNU BERBASIS BUDAYA JAWA
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam kitab Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha mengutip hadis marfu yang diriwayatkan Al-Mughirah bin Syu'bah. Rasulullah SAW menceritakan bahwa Nabi Musa AS bertanya kepada Allah SWT tentang siapakah penghuni surga yang kedudukannya paling rendah.
Allah SWT menjawab bahwa penghuni tersebut adalah orang yang masuk surga paling akhir setelah seluruh penghuni lainnya lebih dahulu memasuki surga dan menempati tempat yang telah disediakan bagi mereka.
Ketika dipersilakan masuk ke dalam surga, orang itu justru merasa ragu. Ia mengira seluruh kenikmatan telah habis dibagikan kepada penghuni yang datang lebih dahulu. Dengan penuh kerendahan hati ia berkata, "Wahai Rabb, bagaimana aku masuk ke dalam surga, sementara semua orang telah menempati rumah mereka dan memperoleh bagian masing-masing?".
Allah SWT kemudian bertanya kepadanya, "Apakah engkau rela jika Aku memberimu kerajaan seperti yang dimiliki seorang raja di dunia?".
Orang tersebut langsung menjawab bahwa dirinya rela menerima pemberian itu. Namun, Allah SWT kembali menambahkan karunia yang sama berkali-kali. Dalam hadis disebutkan Allah SWT mengulang pemberian itu hingga lima kali lipat. Setelah orang tersebut mengatakan dirinya telah merasa cukup dan ridha, Allah SWT kembali berfirman bahwa semua itu masih akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
Tidak hanya itu. Allah SWT juga menjanjikan seluruh keinginan yang diharapkan oleh jiwa serta segala sesuatu yang indah dipandang mata. Mendengar janji tersebut, penghuni surga itu pun menyatakan keridaannya atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Setelah mendengar penjelasan mengenai penghuni surga dengan kedudukan paling rendah, Nabi Musa AS kembali mengajukan pertanyaan. Kali ini beliau ingin mengetahui bagaimana keadaan penghuni yang memiliki derajat paling tinggi di surga.
Baca Juga : Head to Head Spanyol Vs Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Unggul?
Allah SWT menjelaskan bahwa mereka adalah hamba-hamba pilihan yang memperoleh kemuliaan secara istimewa. Kenikmatan yang disediakan bagi mereka tidak pernah dilihat oleh mata manusia, tidak pernah didengar oleh telinga, dan bahkan tidak pernah terlintas sedikit pun di dalam hati maupun pikiran manusia.
Rasulullah SAW kemudian menegaskan bahwa gambaran tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah As-Sajdah ayat 17.
"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu berbagai kenikmatan yang menyejukkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS As-Sajdah: 17).
Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam At-Tirmidzi tersebut menunjukkan betapa luas rahmat Allah SWT kepada para penghuni surga. Orang yang menempati tingkatan paling rendah saja memperoleh kenikmatan yang nilainya berkali-kali lipat dibandingkan kekuasaan seorang raja di dunia. Apalagi mereka yang berada pada derajat tertinggi, yang mendapatkan anugerah luar biasa yang tidak mampu digambarkan oleh bahasa maupun dibayangkan oleh akal manusia.
Pesan dari hadis ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar tidak hanya terpukau oleh kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Sebab, seluruh kemewahan dunia pada hakikatnya tidak ada artinya jika dibandingkan dengan balasan yang telah Allah SWT persiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, bertakwa, dan istiqamah dalam menjalankan amal saleh.