01/02/2023 Hukum Mengafani dan Mengazani Hewan Mati dalam Islam, Ini Kata Buya Yahya Albahjah | Jatim TIMES

Hukum Mengafani dan Mengazani Hewan Mati dalam Islam, Ini Kata Buya Yahya Albahjah

Sep 04, 2022 19:13
Bolehkah sebagai orang islam memberikan kain kafan dan mengumandangkan adzan pada hewan mati? (Foto hasil screenshot instagram @buyayah_albahjah)
Bolehkah sebagai orang islam memberikan kain kafan dan mengumandangkan adzan pada hewan mati? (Foto hasil screenshot instagram @buyayah_albahjah)

Pewarta: Mutmainah J | Editor: Dede Nana

JATIMTIMES - Manusia meninggal harus dikafani dan juga dikumandangkan azan sebagaimana dia lahir di muka bumi untuk pertama kali. Namun, memberikan kain kafan dan mengumandangkan azan apakah juga berlaku untuk hewan?

Bahkan, ada beberapa orang yang menjadikan hewan unik atau langka sebagai dewa dan memperlakukan hewan tersebut layaknya manusia ketika hewan tersebut meninggal, yakni memberikan kafan dan mengumandangkan azan.

Baca Juga : Respon Keluhan Peternak Terdampak PMK, Bupati Malang: Segera KIta Bahas Kredit Lunak Ternak

Dikutip dari Instagram @buyayahya_albahjah, dijelaskan, jika yang melakukan hal tersebut adalah bukan orang Islam, maka itu adalah urusan mereka. Tapi jika untuk yang beragama Islam hal yang seperti itu tidaklah benar. Karena sebagai umat muslim, memberikan kain kafan dan azan dilakukan untuk manusia yang telah meninggal.

Lebih lanjut Buya menegaskan bahwa azan jangan dibuat mainan. Azan sendiri dikelompokkan menjadi dua bagian untuk kaum muslimin yang meninggal, ada yang mengatakan boleh ada yang mengatakan tidak boleh.

"Azan jangan dibuat mainan. Sedangkan untuk kaum muslimin saja azan ada yang mengatakan boleh ada yang mengatakan tidak boleh. Ini untuk manusia apalagi untuk hewan (ikan)," jelas Buya.

Di dalam azan sendiri ada kalimat Allah dan juga ajakan untuk orang-orang muslim melakukan salat. Jadi jangan sampai azan dibuat mainan karena akan menimbulkan dosa. Kemudian, Buya juga menjelaskan bahwa azan yang dikumandangkan saat bayi lahir dan orang meninggal adalah khilaf diantara para immah.

"Ada azan yang diberikan pada bayi yang baru itu khilaf diantara para immah dan juga ada azan yang diberikan pada orang meninggal yang termasuk khilaf diantara para immah juga," jelas Buya.

Apalagi jika azan ditujukan untuk hewan mati jelas tidak boleh. Apalagi menjadikan hewan sebagai dewa sangatlah tidak boleh. Karena di dalam Islam sendiri tidak pernah diajarkan mengenai mempercayai dewa-dewa. Di samping itu semua, hal ini hanya bertujuan untuk kaum muslimin, tidak ditujukan untuk agama yang lain. 

Baca Juga : Ternyata Kata Tidak Tahu Adalah Sebuah Ilmu, Simak Penjelasan Cicit Rasulullah Berikut ini

Seperti yang terdapat dalam surah Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi : لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ 

Yang artinya : bagimu agamamu bagiku agamaku. (Al-kafirun ayat 6).

Di mana hal ini tidak ada maksud untuk menjelekkan atau tidak menghargai kepercayaan yang mempercayai dewa dan sejenisnya. Hal ini disampaikan Buya untuk kaum muslimin sebagai sesama saudara muslim dan untuk saling mengingatkan.

Judul berita Hukum Mengafani dan Mengazani Hewan Mati dalam Islam, Ini Kata Buya Yahya Albahjah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
hukum mengafani hewan hukum azan untuk hewan

Berita Lainnya