free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Ribuan Ruang Kelas Sekolah di Kabupaten Malang Rusak, Bupati Sanusi: PAK Akan Prioritas

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Jul - 2022, 22:38

Loading Placeholder
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang, HM. Sanusi menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengevaluasi banyaknya bangunan ruang kelas sekolah di Kabupaten Malang yang rusak. Evaluasi tersebut dimaksudkan agar bisa menjadi prioritas dalam proses perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti.

"Lagi dievaluasi nanti di PAK akan diberikan sesuai dengan kemampuan anggaran kita, nambahnya berapa sekarang masih belum," ujar Sanusi kepada JatimTIMES.

Baca Juga : Kurangi Sampah, Bupati Jember Imbau Penyaluran Daging Kurban Tidak Pakai Plastik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Malang tahun 2022 yang sebesar Rp 4,2 triliun, sekitar 20 persennya, atau sekitar Rp 1,4 triliun diarahkan untuk sektor pendidikan.

Anggaran tersebut tentunya akan diarahkan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang melalui berbagai macam program. Seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan termasuk memberi bantuan kepada siswa miskin dan juga guru yang terbilang berada di lokasi terpencil.

Sementara untuk PAK nanti, dirinya belum menyebut berapa besar anggaran yang akan ditambah untuk sektor pendidikan. Jika waktu PAK sudah mendekat, ia akan meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk menghitung berapa besar anggaran yang dibutuhkan.

"Nanti di PAK, Dispendik akan kami minta menghitung kebutuhannya berapa, akan kita cukupi. Kalau memang cukup, kalau tidak ya akan kita gunakan skala prioritas. Sambil kita minta DAK (Dana Alokasi Khusus) ke pusat. Tapi nanti sudah tak prioritaskan, anggaran PAK itu untuk pendidikan kesehatan dan infrastruktur jalan," pungkas Sanusi.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada sekitar 80 persen lebih ruang kelas di sekolah dasar (SD) Kabupaten Malang tercatat mengalami kerusakan. Berdasarkan data dari npd.kemendikbud.go.id, jika ditotal sebesar 92.81 persen ruang kelas dalam kondisi rusak. Atau sebanyak 7.474 ruang kelas yang mengalami kerusakan dari total sebanyak 8.053 ruang kelas.

Rinciannya, sebesar 79,25 persen atau sebanyak 6.382 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan, 9,31 persen atau sebanyak 750 ruang kelas kondisi rusak sedang dan sebesar 4,25 persen atau sebanyak 342 ruang kelas dalam kondisi rusak berat. Sedangkan yang dalam kondisi baik, hanya sebesar 7,19 persen atau sebanyak 579 ruang kelas.

Baca Juga : Usai Diamankan Polisi, Beredar Video Bechi Sesumbar Tak Akan Menyerah

Kondisi nyaris serupa juga terjadi untuk bangunan atau ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP). Mengutip dari npd.kemendikbud.go.id, sebesar 88,05 persen ruangan kelas SMP di Kabupaten Malang mengalami kerusakan. Atau ada sebanyak 2.660 ruang kelas mengalami kerusakan dari total 3.021 ruang kelas.

Rinciannya, 71,67 persen atau sebanyak 2.165 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan, 12,21 persen atau sebanyak 369 ruang kelas dalam kondisi rusak sedang dan sebesar 4,17 persen atau sebanyak 126 ruang kelas mengalami rusak berat. Dan sisanya sebesar 11,95 persen atau sebanyak 361 ruang kelas yang dalam kondisi baik.

"Ya betul sesuai data dari Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi) mulai tahun 2016 hingga masa pandemi ini memang sebagian kelas di sekolah mengalami rusak ringan hingga berat," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono, Jumat (8/7/2022).


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---