Pacu Pertumbuhan Otomotif di Kota Ramah, Agus "Black" Budianto Gelar Kopdar Bareng Pelaku Otomotif  | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pacu Pertumbuhan Otomotif di Kota Ramah, Agus "Black" Budianto Gelar Kopdar Bareng Pelaku Otomotif 

Jun 12, 2022 18:34
Agus "Black" Budianto Gelar Kopdar Bareng Pelaku Otomotif. (Foto: Satria Romadhoni/ JatimTIMES)
Agus "Black" Budianto Gelar Kopdar Bareng Pelaku Otomotif. (Foto: Satria Romadhoni/ JatimTIMES)

JATIMTIMES- Pesatnya perkembangan dunia otomotif, terus memacu pertumbuhan algoritma baru, dalam kehidupan masyarakat.

Mulai dari partner daily use, suport niaga, life style, industri kreatif, sampai menjadi media berkompetisi beradu gengsi.

Baca Juga : Wawali Kota Malang Tekankan Rasa Cinta Tanah Air di Seminar Kebangsaan JSN 45

Tapi, menanggapi di era 5.0 racing telah bergulir menjadi life style milenial, seolah sulit terpisahkan. Racing tampil menjelma, menjadi identitas, aktualisasi pribadi yang mencari jati diri.

Perspektif racing, tak lagi bisa dipandang sebagai hobi kaleng-kaleng, seperti istilah para milenial. Sebab di dalamnya ada muatan beragam psikis dan perfectsionis, untuk tampil.

Dari bekal mental yang sehat, tersaji jadi nyali dan mereduksi nervous di hadapan audiens. Kemudian kreativitas, meracik, berhitung dan testcase, menciptakan tipikal performa mesin.

Dan ada skema training, saat terpacu torehkan prestasi, setelah memasuki di level gengsi. Jadi, tinggal mengcreated dari sudut pandang mana, untuk menjadikanya sebagai hal positif.

Memang butuh pemahaman dan menyamakan persepsi tanpa intervensi.

"Sebab, kalau nggak hobi pasti kupingnya "keri", ketika mendengar free flow teriak di 7000 RPM," sapa hangat Agus "Black" Budianto.

Dia adalah sosok mania otomotif Ngawi, yang terobsesi mengembangkan dunia perbengkelan menjadi sebuah industri kreatif otomotif.

Agus Black sapaan pria humble itu menyayangkan, keberadaan dan kepiawaian SDM segmen otomotif, kurang terarah.

"Dasar itu, teori marketing layak dibangun dulu," kata Agus Black.

Langkah awal, saya dan pemuka lama otomotif Ngawi, akan merapatkan barisan. Belum lama ini, Agus Black mengunjungi workshop milik Bowo Sompreng begawan "Las Wajan Tech, Ngawi".

“Dari hasil produktifitas dan inovasinya, kemungkinan akan menjadi sentral project percontohan,” tukas Agus Black. 

Bahkan nama rider drag bike potensial Bimo "Pelo" Percil, setelah melalui komunikasi dan debat panjang, juga akan diangkat sebagai "duta anti balap liar".

Nama-nama di atas adalah pribumi Ngawi, juga pelaku karapan yang dikenal sebagai hobi seribu umat.

Apalagi kalau bukan penggila sport 4 tak tune up, yang beken disebut “herex”. Jadi, kita pacu lebih dulu, soal inovasi terbaru dan kreativitasnya.

Baca Juga : Edarkan Pil Setan, Warga Plemahan Ngandang

Melalui road show, sembari monitoring, hingga komunikasi, keinginan dan obsesi para pelaku herex. Agar, bisa mensejajarkan trend korekan dan up grade performa mesin yang lagi booming.

“Dalam road show itu, kemungkinan pihak perbankan juga akan saya libatkan. Akan saya tawarkan, untuk melengkapi prasarana dan sarana, yang lebih memadai dengan skema kredit UMKM,” imbuhnya.

Mengingat, ajang kompetisi makin kesini, justru lebih beradu teknologi. Pastinya, dalam ilustrasinya butuh "spesial tools" yang mumpuni. Paling jamak adalah mesin bubut CNC, dynotest dan scan diagnosa tools.

"Agar, tuner yang tadinya idealis mempertahankan "manual tech"-nya, bisa segera merefresh pola pikirnya sesuai “Era,” beber Agus Black.

Dan melalui birokrasi dengan pihak terkait, ia juga akan lobi dan nego. Sehubungan dengan sewa pinjam atau ikut memprasaranai, sebuah lahan yang pas buat seting speed dan latihan merespon lampu start.

Menurutnya, dengan konsekuensi, rider yang berlaga apparel wajib komplit dan safety. “Di point ini, saya ingin mengatrol grade dan standarisasi sebuah profesionalisme karapan atau drag bike,” tegas Agus Black. 

"Optimis dalam perjalananya, akan ada bias positif, yang bisa diadopsi oleh milenial penganut "Racing Look", untuk tampil safety," yakin Agus Black.

Dengan stimulus ini, ia pun berharap terjadi penetrasi dalam torehan prestasi tuner maupun rider karapan. Setelah itu, baru berkampanye untuk menciptakan dan merilis brand "Karya Cah Ngawi" (KACANG).

Sebab, dalam satu unit kuda besi herex, dari hitungan data kasar saja, ada 6 option part yang bisa diproduksi massal level home industry. Seperti, tabung induksi, tabung pelepas panas crankcase, tromol karapan, triple clamp 250 cc, knalpot dan tangki.

“Industri kreatif otomotif inilah yang sejatinya akan saya pacu, guna membuka lapangan kerja baru. Merangsang pribumi berkarya, mengakomodir lulusan SMA sederajat dan mensinergikan racing dan kurikulum dunia pendidikan kejuruan,” tambahnya.

Bahkan, pelaku yang ikut "babat alas" ini nantinya, juga bisa menjadi mentor saat terjadinya regenerasi. "Sebenarnya simpel obsesi saya, asal menyamakan persepsi dan misi visi dulu, pasti akan mengamini," optimis Agus Black.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
dunia otomotif Otomotif Ngawi

Berita Lainnya