06/02/2023 Wali Kota Kediri Paparkan Surga dan Inovasi Layanan Pengaduan Lain ke Juri Kemen PANRB | Jatim TIMES

Wali Kota Kediri Paparkan Surga dan Inovasi Layanan Pengaduan Lain ke Juri Kemen PANRB

May 25, 2022 17:18
Pemaparan wali kota Kediri dilakukan secara virtual dalam penilaian Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) di hadapan dewan juri Rabu (25/5) bertempat di Command Center Balai Kota Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)
Pemaparan wali kota Kediri dilakukan secara virtual dalam penilaian Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) di hadapan dewan juri Rabu (25/5) bertempat di Command Center Balai Kota Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)

Pewarta: Bambang Setioko | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memaparkan inovasi layanan pengaduan Kota Kediri. Pemaparan itu dilakukan secara virtual dalam penilaian Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) di hadapan dewan juri P4, Rabu (25/5) bertempat di Command Center Balai Kota Kediri.

 Menurut wali kota, sebelumnya Kota Kediri berhasil masuk dalam Top 51 Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik yang dirilis Kementerian PANRB.

Baca Juga : Sampai Ratusan Juta, Gaji Tukang Parkir Ini Bikin Ngiler

Sejak awal menjabat tahun 2014, Abdullah Abu Bakar memiliki komitmen yang kuat membuka layanan pengaduan bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan adanya layanan pengaduan Suara Warga (Surga). Warga dapat memberikan informasi ataupun aduan yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh OPD (organisasi perangkat daerah)  Pemerintah Kota Kediri. 

Pemerintah Kota Kediri mengintegrasikan data-data pengaduan yang ada melalui aplikasi Sistem Informasi Eksekutif (SIE). Nantinya data-data ini akan digunakan untuk membuat kebijakan.

“Ini aplikasi yang akan membantu kita untuk membuat kebijakan. Kita bisa melihat apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan. Sehingga kita bisa membuatkan program yang pas untuk tahun-tahun mendatang,” ujar wali kota.

Pemaparan itu dilakukan secara virtual dalam penilaian Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) di hadapan Dewan juri P4, Rabu (25/5) bertempat di Command Center Balai Kota Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)

Dalam perkembangannya, Pemkot Kediri membuat kanal pengaduan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). 

Surga yang dibuat lebih dulu diintegrasikan dengan SP4N-LAPOR. Di awal integrasinya bersifat satu arah. Ke depan, Pemerintah Kota Kediri akan mengintegrasikan secara dua arah antara SP4N-LAPOR dan Surga. Dua arah ini maksudnya ketika nanti ada masyarakat mengirimkan aduan ke Surga, maka akan masuk ke SP4N-LAPOR dan begitu pula sebaliknya.

“Tapi karena memang Surga  ini sudah melesat lebih dulu, maka Surga jauh lebih familiar. Namun Surga sendiri juga masih memiliki kekurangan sehingga kita harus integrasikan dua arah. Harapannya permasalahan bisa kita selesaikan di tingkat paling bawah. Kalau tidak bisa, baru ke tingkat yang lebih atas,” ungkap Abdullah Abu Bakar.

Lalu pada masa pendemi covid-19, Pemerintah Kota Kediri membuat call center covid-19. Karena pandemi covid-19 adalah hal yang baru, Pemerintah Kota Kediri sangat banyak menerima pengaduan. Masyarakat banyak mencari informasi mengenai covid-19 di call center,  baik melalui telefon ataupun aplikasi WhatsApp.

Baca Juga : Penyegaran Organisasi, Wali Kota Sutiaji Lakukan Rotasi 102 Pejabat di Lingkup Pemkot Malang

“Agar lebih akuntabel, semua aduan yang masuk melalui Whatsapp, telepon, dan kunjungan langsung di-input ke dalam aplikasi serta dapat diakses oleh publik melalui website cc.kedirikota.go.id. Total aduan sebanyak 6.496 dan 85,5 persen melalui Whatsapp,” jelasnya.

Abdullah Abu Bakar menambahkan, dari layanan aduan pengaduan Kota Kediri, dapat ditarik kesimpulan. Pertama, paling banyak aduan masyarakat melalui website Surga dan Whatsapp call center covid-19. Kedua, seluruh aduan masyarakat Kota Kediri dapat tertampung walaupun aduan tersebut wewenang pemerintah daerah, provinsi ataupun pusat. Sebab, Surga telah terintegrasi satu arah dengan SP4N-LAPOR.

Ketiga, sepanjang tahun 2021 layanan publik yang sering dicari adalah pengurusan kependudukan. Keempat, selama puncak pandemi covid-19, layanan yang sering dicari adalah ketersediaan tempat tidur isolasi covid-19, konfirmasi positif covid-19, dan permohonan tenaga medis. Kelima, untuk Dinas Sosial, pertanyaan yang sering adalah tata cara perolehan bansos (bantuan sosial), baik pusat dan daerah. 

“Dampak terkait peningkatan kepuasaan layanan juga memengaruhi indeks kepuasan masyarakat. Contohnya peningkatan jumlah pengaduan pada tahun 2020 sejumlah 28  dan pada tahun 2021 sebanyak 57. Ini meningkatkan IKM dari 3,48 menjadi 3,51 di tahun 2021. Nilai rata-rata tindak lanjut aduan adalah 4,6 hari. Nilai itu tidak melebihi batas standar nasional 5 hari. Artinya durasi penyelesaian pengaduan oleh Pemerintah Kota Kediri sudah baik,” pungkasnya.

Turut Hadir mendampingi wali kota Kediri, Asisten Administrasi Umum Nur Muhyar, Kepala Dinas Kominfo Apip Permana, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Herwin Zakiyah, Kepala Bagian Organisasi Sugiarti, dan OPD teknis lainnya. 

Judul berita Wali Kota Kediri Paparkan Surga dan Inovasi Layanan Pengaduan Lain ke Juri Kemen PANRB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Pemkot Kediri

Berita Lainnya