PWI Ikut Hadir Cari Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur   | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

PWI Ikut Hadir Cari Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur  

Mar 16, 2022 17:42
Wagub Emil Dardak didampingi Pengurus PWI Jatim dan Bupati Yes saat konferensi pers (foto: M. Nur Ali Zulfikar/ JatimTIMES)
Wagub Emil Dardak didampingi Pengurus PWI Jatim dan Bupati Yes saat konferensi pers (foto: M. Nur Ali Zulfikar/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan ikut berperan melakukan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar Seminar Nasional Tahun 2022 dengan tema "Solusi Kemiskinan Ekstrem” di Pendapa Lokatantra Kabupaten Lamongan, Rabu (16/3/2022). Kegiatan tersebut, sebagai satu rangkaian dengan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2022.

Baca Juga : Hari Ke Tiga, Lebih dari 400 Rumah Di Kecamatan Rowokangkung Masih Tergenang Air

Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim menjelaskan bahwa dalam rangka HPN 2022, PWI telah menggelar seminar sebanyak 6 kali, tema utamanya berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Kita terus memperkuat kajian-kajian sebagai salah satu cara meningkatkan profesionalitas dan kompetensi jurnalistik. Selain itu kita juga turut serta membantu masyarakat dengan bakti sosial bedah rumah dan pengurusan P-IRT bagi pelaku UMKM," jelas Lutfil Hakim.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya mengatakan, salah satu strategi pengentasan kemiskinan adalah dengan pemberdayaan masyarakat, selain kolaborasi pemberian bantuan sosial. 

Upaya lain adalah dengan memetakan kantong-kantong kemiskinan, karena dengan mengurai kemiskinan di wilayah Jawa Timur, solusi terbaik untuk pengentasan akan dapat tercapai.

“Kita harus bergeser dari konsep charity ke basis pemberdayaan dalam penanganan kemiskinan ekstrim. Maka yang paling mungkin adalah memetakan kantong-kantong kemiskinan, seperti hibah tanah tandus yang kemudian diubah menjadi embung, secara otomatis dapat menjadi irigasi area persawahan petani sekitar, ini yang saya maksud dengan pemberdayaan. Disamping itu dengan bantuan sosial dari pemerintah diharapkan semakin mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah Jawa Timur,” ujar mantan Bupati Terengalek ini.

Emil mengungkapkan, seseorang dikatakan miskin ekstrem jika memiliki pengeluaran untuk pangan di bawah US $ 1,9 PPP (Purchasing Power Parity) atau setara Rp 400 ribu. Sehingga dengan bansos yang diberikan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah dapat menambah pendapatan para keluarga miskin sehingga bisa keluar dari garis kemiskinan tersebut.

Emil juga tidak memungkiri, lebih dari 2,4 juta penerima bansos yang 21.900 di antaranya berasal dari Kabupaten Lamongan pasti terjadi problem di lapangan, baik itu inklusen eror maupun eksklusen eror. Untuk itu, pihaknya terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Tak hanya kemiskinan ekstrem, banjir yang terjadi di wilayah Sungai Lamong dan Bengawan Jero juga tak luput dari perhatian orang nomor dua di Jatim tersebut. Ia menuturkan berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten agar permasalahan banjir segera terselesaikan.

Baca Juga : Sejumlah Armada Darat Sempat Kesulitan Cari Solar Menuju Pelabuhan Ketapang

“Berbagai upaya terus dilakukan, kemarin Pak Bupati Yes juga telah melakukan audiensi bersama warga dan disepakati untuk sudetan dan pembongkaran Dam, Kami terus mengawal dana pusat karena masuk wewenang pemerintah pusat. Ayo PWI kami dibantu mengawalnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil turut mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan PWI Jatim dan Lamongan serta dukungan penuh dari Pemkab Lamongan. Menurutnya, seminar nasional ini menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat menjadi lebih dekat untuk mencari solusi-solusi dalam mengentaskan kemiskinan utamanya di wilayah Jatim.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyampaikan berbagai strategi percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. Berbagai pelatihan, pemberian bantuan tunai, bantuan modal usaha bagi kelompok masyarakat, program padat karya, bantuan renovasi RTLH hingga program Home Care Service hingga kini terus dilakukan.

“Lamongan terus melakukan intervensi program yang dapat mengurangi beban biaya hingga peningkatan pendapatan. Bahkan melalui program Home Care Service, yakni pelayan kesehatan datang langsung ke rumah penduduk terutama miskin ekstrim yang rentan penyakit dinilai sangat efektif membantu kesehatan masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Yes ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati YES juga mengajak seluruh elemen untuk melakukan kolaborasi pentahelix dimana salah satunya yakni peran media massa. “Saya mengajak seluruh elemen untuk melakukan kolaborasi, sudah sering saya sebutkan tentang kolaborasi pentahelix, dimana salah satunya yakni peran media bersinergi bersama pemerintah dalam menangani kemiskinan ekstrem di Lamongan,” imbuhnya.

Seminar yang dipandu Reporter CNN Indonesia Eka Rima dan disiarkan melalui live streaming serta zoom ini juga turut mengundang pemateri hebat lainnya, yakni Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Akademisi UNAIR serta Perwakilan Bappeda Jatim untuk memberikan materi seminar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
PWI Lamongan Pengentasan Kemiskinan

Berita Lainnya