01/12/2022 Kejar Learning Lost, Pemkot Mojokerto Ajukan Program Sekolah Penggerak | Jatim TIMES

Kejar Learning Lost, Pemkot Mojokerto Ajukan Program Sekolah Penggerak

Feb 15, 2022 17:00
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari

Pewarta: Abdullah M | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Pemkot Mojokerto terus berkomitmen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Mojokerto, khususnya di masa pandemi. 

Pemkot pun bergerak cepat untuk merespon khususnya di bidang pendidikan yang sempat mengalami learning lost (kemunduran proses akademik) yang coba dikejar Pemkot melalui program Sekolah Penggerak

Baca Juga : Perpanjangan PPKM Malang Raya Kembali Masuk Level 3

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Pemkot Mojokerto merupakan salah satu daerah yang pertama dalam mengajukan program ini ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  (Kemendikbudristek).

"Kota Mojokerto ini yang pertama kali merespon mengajukan kepada Kemendikbud untuk bisa dilakukan sosialisasi paling awal," jelasnya saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Program Sekolah Penggerak di Mal Pelayanan Publik Gajah Mada Kota Mojokerto, Selasa (15/2/2022).

Perempuan yang biasa disapa Ning Ita ini juga menjelaskan, bahwa melalui program Sekolah Penggerak ini, nantinya seluruh sekolah di tingkat TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Mojokerto akan mengikuti program ini. Sehingga nantinya mampu meningkatkan IPM Kota Mojokerto.

Hal ini pun juga sejalan dengan visi Ning Ita dalam RPJMD yang ditetapkan sejak dirinya resmi menjadi wali kota di bumi majapahit.

"Saya berkomitmen karena memang pendidikan ini masuk dalam misi pertama saya dalam RPJMD sehingga harapan saya ke depan peningkatan kualitas yang diukur dengan indeks pendidikan untuk meningkatkan IPM Kota Mojokerto bisa kita tingkatkan salah satunya dengan adanya program ini," ungkap Ning Ita.

Lebih jauh, melalui program Sekolah Penggerak seluruh potensi siswa akan diintegrasikan secara holistik. Dimana gol akhirnya adalah membantu siswa memiliki kompetensi serta memiliki karakter yang berpedoman pada Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Dalam program Sekolah Penggerak, nantinya tak hanya pemerintah daerah saja yang terlibat dalam menyukseskan program ini. Tapi juga tenaga pendidik, kepala sekolah, siswa, akademisi, praktisi, pendamping, serta stakeholder lain.

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang PPKM, Gencarkan Vaksinasi serta Dorong Penerapan Prokes demi Kendalikan Omicron

"Ini sebuah terobosan yang sangat menarik saya kira karena di dalam program ini diperlukan intervensi secara holistik mulai dari SDM sekolah dari tenaga sekolah, guru tenaga pendidik dan juga di dalam perencanaan dan proses pembelajarannya sekaligus pendampingan pemerintah daerah,"  kata Ning Ita.

Kota Mojokerto, menurut Ning Ita juga telah sangat siap dalam program ini untuk mengejar learning lost. Hal ini karena sarana dan prasarana yang ada telah memadai dalam bidang pendidikan di era digital ini.

Seperti telah tersedianya bantuan paket data internet gratis yang telah diberikan Pemkot Kepada siswa SD dan SMP yang dapat diakses seluruh siswa di seluruh sudut kota. Ini lantaran seluruh kota telah teraliri jaringan internet.

"Termasuk sarana prasarana pembelajaran yang kita sediakan di sekolah kita semuanya sudah bisa berbasis audio visual karena tersedia seluruh LCD dan juga perangkat lunaknya ada di semua sekolah," pungkas Ning Ita.

Judul berita Kejar Learning Lost, Pemkot Mojokerto Ajukan Program Sekolah Penggerak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
program sekolah penggerak sekolah penggerak

Berita Lainnya