TRENGGALEKTIMES - Selang satu hari diresmikan, kios Pasar Pon Trenggalek langsung dibagikan kepada pedagang. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin percepat pemanfaatan Pasar Pon Trenggalek, ekonomi di Trenggalek bisa kembali menggeliat.
Bahkan tidak tanggung-tanggung mekanisme pengambilan nomor undian dilakukan langsung oleh Bupati Trenggalek. Menurut Mochamad Nur Arifin pihaknya berusaha memberikan keberadilan kepada seluruh pedagang yang mempunyai hak penempatan di pasar ini.
Baca Juga : Kementerian LHK Berharap Produk LMDH Mulai Incar Pasar Modern
"Agendanya hari ini kita pembagian los-kios Pasar Pon berdasarkan zonasi. Untuk yang pertama karena mayoritas pedagang Pasar Pon ini adalah pedagang kain dan pakaian, maka zona kain dan pakaian ini akan kita dahulukan," ungkap Bupati Trenggalek, Rabu (10/2/2021).
Arifin juga menerangkan bahwa dalam bangunan Pasar Pon terdapat beberapa zonasi. Seperti yang di atas ada andal, pakaian dan aksesoris. Sementara untuk yang bawah ada toko emas, elektronik, arloji intinya seperti eksisting Pasar Pon.
"Kita targetkan sampai dengan hari Jum'at (12/2/2021) pembagian untuk semua pedagang pasar selesai. Jadi tiga hari ini memang saya khususkan untuk melayani para pedagang Pasar Pon," imbuh Arifin.
Setelah ini persiapkan pedagang untuk kesanggupan memenuhi protokol kesehatan. Sedangkan pengelola pasar dalam hal ini dinas menyiapkan perangkat yang ada untuk menyepakati SOP.
"Jika status Covid-19 sudah melandai, nanti akan kita buka, namun tetapi kita akan batasi jam operasional untuk pertama dulu. Karena situasi masih seperti ini. Jam operasional dan juga pengunjung maksimal coba kita atur sedemikian rupa, sehingga pasar ini tetap aman," tegasnya.
Baca Juga : Imlek Tiba, Pesanan Dupa Melonjak Tajam
Hal senada juga diucapkan Agus Setiyono, selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan. Pihaknya menuturkan bahwa pembagian los dan kios pasar ini dilakukan secara bertahap, karena masih dalam suasana pandemi.
"Untuk penerapan protokol kesehatan, pengundian los dan kios Pasar Pon hanya diikuti oleh lima pedagang persatu gelombang. Sementara kuota untuk hari ini kurang lebih 100 pedagang dulu," pungkas Agus Setiyono saat dampingi Bupati Trenggalek.