H. Fauzan, salah seorang pedagang sapi (Foto: Abror Rosi-JatimTimes)
H. Fauzan, salah seorang pedagang sapi (Foto: Abror Rosi-JatimTimes)

BONDOWOSOTIMES - Pasar hewan terpadu di Desa Selolembu, Curahdami mulai diuji coba, Kamis (14/1/2020). Tidak banyak pedagang sapi yang datang. Namun, selain datang untuk mencoba berjualan, pedagang terlihat melakukan dialog dengan pihak Dinas Keperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso.

Salah seorang pedagang asal Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, H. Fauzan, menyatakan lokasi Pasar Hewan Selolembu masih kurang layak untuk ditempati. Sebab, lokasi pasar yang berada di atas jurang dinilai sangat membahayakan ketika ada sapi yang meronta. Disamping itu ia juga mengeluhkan tempat sapi yang terlalu sempit.

Baca Juga : Bahas Ranperda Merger Bank, Pansus II DPRD Trenggalek Tunggu Kelengkapan Nilai Pembukuan

"Tempatnya terlalu sempit. Yang datang kan juga dari luar Bondowoso. Ini juga dekat jurang. Nanti sapi kalau ngamuk bisa jatuh," ungkapnya.

Selain itu, tidak adanya pagar sebagai pembatas pasar dengan lahan di sekelilingnya, membuat pedagang takut sapi-sapi merusak tanaman warga setempat.

"Ini tidak ada pagar. Kalau nanti sapi sampai merusak tanaman warga gimana. Masak saya harus tanggungjawab," tambahnya.

Kendati demikian, H. Fauzan tidak keberatan untuk menempati pasar yang telah menelan anggaran hingga puluhan miliar itu. Sebab, dirinya masih bisa berjualan seperti biasa setiap hari Selasa di Kelurahan Kademangan, sebelum berjualan pada hari kamisnya di Pasar Hewan Selolembu.

"Tidak masalah. Kan masih bisa jualan di Selasaan. Di sini ditempati Kamisnya saja," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Diskoperindag Bondowoso Sigit Purnomo menyatakan telah menampung semua masukan dari pedagang. Dan akan dilaporkan kepada bupati untuk kemudian pembangunannya dapat dianggarkan kembali.

Baca Juga : Pupuk Bersubsidi Langka, DPRD Jombang Cari Solusi ke Trenggalek

"Sudah diinventarisir apa saja fasilitas yang perlu dipenuhi. Nanti akan dituangkan untuk pembangunan selanjutnya," terangnya.

Sigit menjelaskan, jika Pasar Hewan Terpadu Selolembu akan menjadi pasar tambahan disamping tetap beroperasinya Pasar Hewan Selasa'an di Kademangan. Menurutnya, sapi yang tak terjual di Pasar Selasa'an bisa dijual kembali pada hari Kamis di Pasar Hewan Selolembu.

"Setiap hari Kamis kita buka terus. Kita akan membuka peluang usaha selain hari Selasa," pungkasnya.