Beberapa waktu lalu warga di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung dihebohkan dengan peredaran pupuk bersubsidi palsu. Bahkan kasus ini saat ini sudah ditangani oleh kepolisian.
Untuk memastikan keaslian pupuk tersebut, petugas melakukan pengujian laboratorium terhadap pupuk yang diduga palsu. Sayang hasil dari uji laboratorium itu belum bisa diketahui.

Baca Juga : Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel Hari Ini
Meski begitu, hasil dari uji laboratorium dari pupuk yang menyebabkan tanaman jagung menguning ini terdapat banyak perbedaan dari pupuk NPK asli produksi PT Petrokimia Gresik.
Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Tulungagung melalui Kanit Pidsus, Iptu Didik Riyanto. Untuk lebih memastikan kandungan pupuk itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan saksi ahli. "Setelah menunggu hampir dua Minggu, dua sampel yakni pupuk yang diduga palsu dan yang asli dari PT Petrokimia Gresik itu menunjukkan kandungan yang berbeda. Kandungannya apa, nanti kita kuatkan dari keterangan saksi ahli," terangnya.
Sedang untuk mengungkap peredaran pupuk yang diduga palsu ini, pihaknya sudah memeriksa 8 saksi. Di antaranya petani yang memakai pupuk, petani yang membeli pupuk, tengkulak pupuk setempat. Bahkan ia juga berupaya melidik Supplier di atasnya. "Sudah ketemu nama supplier paling atas. Ia warga Tulungagung juga. Beda desa. Namun sayangnya dua kali kami kirim surat panggilan, dia tidak datang. Alasan keluarga, dia berada di luar kota," katanya.
Namun pihaknya tak berhenti di situ saja. Didik mengaku telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menghadirkan Supplier tersebut.
Bahkan jika diperlukan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan di tempat. Ini ia lakukan untuk mengungkap pabrik dan dalang yang terlibat pada pupuk NPK Subsidi yang palsu ini. "Kita terus berupaya mengusut tuntas kasus ini," tuturnya.
Baca Juga : Respons Polda Jabar Saat Rizieq Shihab Enggan Diperiksa Soal Kerumunan Massa di Megamendung
Dikabarkan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggungunung resah. Pasalnya, pupuk yang dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman jagung diduga palsu. Karena beberapa tanaman yang dipupuk menggunakan pupuk subsidi menyerupai merek NPK Ponska produksi dari PT Petrokimia Gersik itu menguning.
Ada beberapa ciri yang secara kasat mata membedakan pupuk palsu ini dengan pupuk asli. Mulai dari kemasan, di mana karung yang diduga palsu lebih kusam dibandingkan dengan yang asli. Kemudian pada jahitan, lebih kasar. Bahkan lipatan jahitan tidak rapi.
Selain itu pada pupuk palsu teksturnya lebih lunak dan berwarna lebih gelap. Jika direndam air tidak mudah larut dan tidak terasa dingin. berbeda dengan pupuk asli yang mudah larut dalam air dan terasa lebih dingin saat direndam dalam air.