free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Rumah Aman Rodhiyah Kota Kediri, Tempat Anak-Anak Korban Kekerasan Seksual dan KDRT

Penulis : Bambang Setioko Kediri TIMES - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Dec - 2020, 20:18

Loading Placeholder
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar meresmikan Rumah Aman Rodhiyah pada tahun 2019. (Foto: ist)

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar meresmikan Rumah Aman Rodhiyah pada tahun 2019. Hal ini merupakan dukungan wali kota terhadap inisiatif para relawan berbagai profesi untuk memberi tempat yang aman bagi korban kekerasan seksual khususnya anak perempuan di Kota Kediri khususnya, dan wilayah Kediri Raya pada umumnya.

“Pada saat peresmian yayasan kami, Pak Wali datang dan membantu semuanya untuk acara itu,” kata Rondhiyah, pendiri Rumah Aman Rodhiyah, Senin (7/12).

Baca Juga : Diguyur Hujan, Rumah Warga Kasembon Roboh Tertimbun Longsor

Ia dan beberapa relawan mulai bergerak sejak tahun 2014. Pada saat itu, korban kekerasan seksual terhadap anak di Kota Kediri semakin banyak sementara belum ada fasilitas yang bisa menampungnya. Apalagi, pekerjaan ini membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

“Tak hanya kepada korban, tapi pendekatan kami pada keluarga korban juga,” kata Vivi Rosdiana, psikolog.

Pada prinsipnya, layanan Rumah Aman Rodhiyah berupa pendampingan pada para korban sampai ke pengadilan. Selain itu juga memastikan bahwa korban mendapatkan tempat yang aman dan nyaman dan tidak dikeluarkan dari sekolah meski dalam kondisi hamil. Juga keluarga korban bisa menerima bagaimana pun kondisi korban.

Di yayasan ini terdapat psikolog, terapis, pengacara, dan juga para relawan yang bekerja tak dibayar untuk membantu para korban. Mereka mengeluarkan dana dari uang pribadi untuk membiayai biaya operasionalnya. Para relawan ini juga mencari akses bantuan untuk para korban ke Kemensos misalnya bantuan biaya pendidikan.

“Sementara ini, kami baru bisa menampung anak perempuan saja karena keterbatasan ruang yang tersedia,” tambah Rondhiyah. Rumahnya yang dijadikan tempat menginap bisa menampung maksimal 5 anak. Namun untuk layanan, para relawan kerap mendatangi rumah ke rumah hingga korban bisa mandiri.

“Tidak ada batas waktu. Masing-masing korban kan memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk pemilihan dari trauma,” tambah Vivi.

Baca Juga : Kepulan Abu Vulkanik di Supit Urang, Warga Berlarian, BPBD: Bukan Erupsi

Biasanya, relawan mendampingi hingga proses melahirkan jika korban sampai hamil. Kemudian bayi korban ada yang diambil keluarganya, ada pula yang diserahkan ke panti asuhan di Jombang.

“Impian saya, punya ruang yang bisa menampung bayi juga. Alangkah bahagianya ketika bisa melihat ibu dan bayinya bisa bersama,” kata Rondhiyah.

Selain melayani korban kekerasan seksual anak juga anak jalanan yang terancam, juga melayani konseling rumah tangga secara gratis. Pasien yang datang kebanyakan perempuan yang mengalami KDRT dan PSK. Sejauh ini, lebih dari 20 orang perempuan dampingan yang sudah mandiri.

Setelah konseling, yayasan juga mendampingi untuk mendapatkan pelatihan dan juga dana dari Kemensos. Hasilnya, beberapa perempuan dampingan sudah bisa mendiri secara ekonomi, memiliki usaha katering dan salon.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Bambang Setioko Kediri TIMES

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---