Aktivitas pemetik daun teh di kawasan wisata Sirah Kencong Kabupaten Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Aktivitas pemetik daun teh di kawasan wisata Sirah Kencong Kabupaten Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) memastikan rest area di kawasan wisata Sirah Kencong segera diresmikan dan akhir tahun ini bisa dinikmati wisatawan. 

Rest area yang berlokasi di perkebunan Pijiombo Kecamatan Wlingi, rampung pembangunanya sejak 24 November 2020 lalu. 

Baca Juga : DPRD Optimistis Tahun Depan Sektor Wisata di Blitar semakin Menggeliat

“Kami pastikan akhir tahun ini rest area Sirah Kencong sudah bisa dinikmati oleh wisatawan,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Blitar, Arinal Huda.

Dikatakannya, perkembangan terakhir pembangunan rest area Sirah Kencong dipastikan sarana dan prasarana pendukung seperti pagar pembatas dan lampu penerangan telah selesai dibangun. Adapun untuk toilet meski belum selesai dibangun namun dipastikan tinggal proses finishing. 

“Meski saat ini sudah bisa difungsikan, karena kios cinderamata, pujasera, dan tempat informasi sudah selesai. Namun masih menunggu pembangunan toilet tuntas,” terangnya.

Huda melanjutkan, pihaknya memperkirakan pembangunan toilet akan tuntas pada 6 Desember 2020. Setelah selesai dibangun tahun ini, pada tahun depan Disparbudpora Kabupaten Blitar akan melanjutkan pengembangan rest area Sirah Kencong dengan pembangunan tempat parkir. 

“Saat ini tempat parkir sudah bisa digunakan, namun akan dibangun yang lebih baik,” pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, pembangunan rest area Sirah Kencong hampir tertunda disebabkan anggaran pembangunan yang mencapai Rp 1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN direfocusing untuk penanganan Covid-19. Pada akhirnya Pemkab Blitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 juta di Perubahan APBD 2020 (P-APBD) untuk melanjutkan proses pembangunan resr area ini.

Baca Juga : Wisata Puncak Ratu Kembali Dibuka dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Rampung akhir tahun ini, rest area ini bakal memiliki enam lapak yang dibangun. Terdiri dari empat lapak untuk pujasera, satu lapak pusat informasi, dan 1 lapak untuk kios cinderamata.

“Rest area sangat dibutuhkan wisatawan, karena jarak tempuh antara pusat Kota Wlingi menuju titik terakhir kawasan wisata sirah kencong mencapai 19 kilometer,” pungkas Huda.