Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Selama November hingga Desember, setidaknya 20 juta hingga 30 juta vaksin Covid-19 akan didatangkan ke Indonesia. Beberapa daerah, tanpa kecuali Kota Malang pun sudah mulai bersiap untuk menerima vaksin tersebut. 

Kali ini, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 mulai melakukan pendataan terhadap penerima prioritas.

Baca Juga : Sempat Landai, Penambahan Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Kembali Lampaui 5 Kasus

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, dr. Husnul Muarif menyampaikan, berdasarkan informasi terbaru yang dialirkan, penerima prioritas vaksin tersebut adalah tenaga medis, yang merupakan salah satu garda terdepan penanganan covid-19. Husnul menjelaskan, saat ini proses pendataan masih berlangsung.

"Sehingga belum bisa diketahui dengan pasti berapa jumlah tenaga medis, baik yang ada di Rumah Sakit, puskesmas, klinik, ataupun yang melakukan praktik mandiri," katanya.

Husnul menyampaikan, pihaknya juga belum mengetahui secara mendetail mengenai kapan pastinya vaksin tersebut akan didistribusikan ke Kota Malang. Karena sejauh ini, pemerintah pusat baru menginteruksikan untuk melakukan pendataan terhadap penerima prioritas terlebih dulu.

"Kami belum mendapatkan informasi pasti tentang kapan vaksin akan dikirimkan," jelasnya.

Sementara itu, RSSA Malang sudah mulai melakukan pendataan terhadap sejumlah tenaga medis yang ada. Setidaknya ada 900 orang tenaga medis yang terdiri dari 300 orang dokter dan 600 orang perawat yang tercatat memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan menyampaikan, pendataan terkait penerima vaksin Covid-19 dari RSSA disusun oleh tim internal. Selanjutnya penerima vaksin Covid-19 akan disusun sesuai skala prioritas.

"Kami punya lini pertama, lini kedua dan lini ketiga. Mereka diprioritaskan karena kontak erat dengan penanganan Covid-19," katanya.

Baca Juga : Sembuh 3, Tambahan Pasien Baru Positif Covid-19 di Kabupaten Malang 4 Orang

Dony mengatakan, pendataan tersebut tetap dilakukan meski sampai saat ini belum ada kepastian kapan vaksin tersebut akan tiba. Karena RSSA sebelumnya juga sudah masuk dalam daftar prioritas. Saat ini, pihak rumah sakit sedang menunggu kebijakan pemerintah pusat berkaitan dengan pendistribusian vaksin tersebut.

Sebagai informasi, secara keseluruhan, RSSA Malang memiliki sekitar tiga ribu orang karyawan, termasuk tenaga medis, seperti dokter dan perawat. Dengan status sebagai RS rujukan Covid-19, seluruh karyawan RSSA termasuk dalam golongan rentan tertular Covid-19.

"Kami ada tiga ribu orang terdiri dari dokter, perawat dan administrasi kurang lebih segitu. Itu semua ada datanya tinggal menunggu kebijakan pemerintah, lini ke berapa yang didahulukan," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan sebagaimana dilansir dari berbagai media menyampaikan jika WHO saat ini sedang menyusun rencana untuk membantu memutuskan tentang siapa yang harus mendapatkan dosis pertama setelah vaksin mendapat persetujuan.

Namun yang pasti, Swaminathan menyebut jika prioritas pertama yang harus mendapatkan vaksin virus yang menyerang organ pernapasan ini adalah para pekerja garis terdepan seperti petugas medis. Kemudian mereka yang rentan karena usia atau penyakit lainnya. Berikutnya mereka yang bekerja atau tinggal di lingkungan dengan penularan tinggi, seperti penjara dan panti jompo.