Ketua Kopri PMII Cabang Sumenep, Saidah Salamah yang mengecam tindakan pelaku persekusi (Foto: Ist/JatimTIMES)
Ketua Kopri PMII Cabang Sumenep, Saidah Salamah yang mengecam tindakan pelaku persekusi (Foto: Ist/JatimTIMES)

Kasus persekusi akhir-akhir ini banyak menimpa kalangan aktivis dan kerap kali luput dari perhatian. Padahal efek negatif yang ditimbulkan dari perilaku persekusi secara verbal, non-verbal maupun lewat dunia maya bisa sangat besar bagi diri si korban juga lingkungan sekitarnya.

Korban persekusi harus dibantu, dan pelakunya pun perlu ditindak. Sayangnya belum banyak pihak yang tergerak untuk fokus melawan Bullying sehingga masih saja marak terjadi di berbagai belahan dunia termasuk negeri kita tercinta ini.

Baca Juga : Buntut Demo Tolak UU Ciptaker, PMII Sumenep Akan Laporkan Satu Media ke Dewan Pers

Akibatnya, banyak kalangan mengecam tindakan persekusi yang kerap menimpa kalangan aktivis ini. Tak terkecuali dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Korpri) Cabang Sumenep.

Saidah Salamah Ketua Kopri PMII Cabang Sumenep mengecam dengan keras, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang sudah memviralkan pelecehan terhadap kadernya tersebut.

Padahal menurutnya, yang harus ditanggapi adalah substansi dari orasinya bukan hal-hal yang sifatnya tidak fundamental. Sebab, kata dia, perempuan memiliki peran sangat penting dalam setiap gerak sejarah, dan memiliki tuntutan politik yang tegas secara politik yaitu kesetaraan untuk terus melibatkan diri dalam setiap ruang demokrasi.

"Kami mengecam keras oknum yang melecehkan dan memviralkan video kader kopri kami gara-gara sepuntung rokok, tanpa memahami isi dari orasi yang disampaikan," ujarnya, Rabu (14/10/2020).

Saidah menganggap perseksusi semacam itu bukan hanya menyasar fisik, akan tetapi juga mental, padahal menurutnya apa yang disampaikan salah satu orasinya tersebut merupakan bentuk aspirasi dan keyakinan pandangan politik yang mewakili perempuan, beserta rakyat.

"Sepatutnya yang perlu diviralkan adalah keberaniannya untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Ini bukan hanya pelecehan fisik tapi juga pelecehan mental terhadap kader kami," tegasnya.

Lebih lanjut Saidah meminta dengan tegas, bagi semua oknum yang sudah mempersekusi kadernya tersebut untuk segera minta maaf terhadap kelembagaan PMII. "Maka kami selaku pengurus kopri cabang PMII Sumenep, meminta dengan tegas agar oknum tersebut meminta maaf terhadap kelembagaan PMII utamanya KOPRI dan tidak memprovokasi serta men-Judge kader kami dengan sepihak," pungkasnya.

Baca Juga : 30 Ormas Gelar Aksi Damai, Kecam Aksi Anarkis Demonstrasi 8 Oktober 2020

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di gedung DPRD Sumenep beberapa hari lalu tuai polemik baru. Pasalnya, salah seorang aktivis perempuan dipersekusi.

Dia bernama Arisya Dinda Nurmala Putri, Aktivis PMII berparas cantik dari salah satu Universitas Swasta di Kabupaten Sumenep. Saat melakukan aksi kemarin, dirinya dituding telah menggunakan obat peningkat performa (doping) dalam sebatang rokok.

Tak hanya itu, cuplikan Video dirinya saat melakukan orasi dipotong-potong dan dibumbui kata-kata tidak pantas. Bahkan sempat diviralkan dalam Tiktok.

Ironisnya, peng-Upload video ke aplikasi Tiktok itu diduga aparat kepolisian wanita (Polwan) Polres Sumenep. Namun, saat video itu viral kemudian dihapus.