Petani tembakau mendapat paparan materi sebelum praktek pembuatan pupuk organik.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Petani tembakau mendapat paparan materi sebelum praktek pembuatan pupuk organik.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) tak henti-hentinya memberikan pembinaan dan pendampingan kepada petani tembakau di daerahnya. Tujuanya jelas, Dispertapa ingin mengembalikan kejayaan tembakau asli Blitar. 

Program pembinaan kepada kalangan petani tembakau rutin dilaksanakan Dispertapa setiap tahun melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Melalui program ini sejumlah petani mengikuti beragam kegiatan pelatihan dan praktik. 

Baca Juga : Dewan Sebut Perda Tembakau di Sumenep Kedaluwarsa dan Perlu Dievaluasi

Di antaranya pelatihan dan praktik pembuatan pupuk organik. Kegiatan praktik pembuatan pupuk organik seperti yang dilaksanakan Dispertapa di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, Rabu (23/9/2020). Praktik ini merupakan lanjutan dari kegiatan pelatihan pupuk organik yang dilaksanakan bekerjasama dengan Balittas Karangploso Malang.

Praktik pembuatan pupuk organik diikuti 12 orang petani dari Desa Sukosewu dan Desa Butun Kecamatan Gandusari. Dalam kegiatan ini peserta mendapat materi pembuatan pupuk organik vermikompos. Materi praktik disampaikan langsung oleh Ahmad Nadjib yang merupakan praktisi di bidang produksi pupuk organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Ir Wawan Widianto, mengungkapkan kegiatan praktik ini dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada para petani. Pihaknya mendorong agar petani tidak ketergantungan pupuk kimia dengan mengetahui seluk beluk pupuk organik.

“Kita mendorong petani yang semua menggunakan pupuk kimia agar beralih ke pupuk organik. Harapan kita nanti, produk pertanian yang dihasilkan nanti residu kimia bisa sangat sedikit. Kita mendorong produk pertanian yang sehat melalui pertanian go organik,” ungkap Ir Wawan.

Dikatakanya, budidaya pengembangan tanaman tembakau setiap tahun rutin dilaksanakan Dispertapa Kabupaten Blitar melalui DBHCHT. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dan praktik pembuatan pupuk organik bagi kalangan petani tembakau. Upaya ini adalah bagian mendorong peningkatan daya saing produk tembakau dari Kabupaten Blitar di pasar tembakau nasional.

Baca Juga : Dispertapa Pemkab Blitar Bekali Petani Tembakau dengan Pelatihan Pupuk Organik

“Tembakau Kabupaten Blitar dari Selopuro ini dulu pernah jaya. Akhir-akhir ini memang banyak penurunan kualitas. Semoga pelatihan dan praktik ini bisa mendorong semangat teman-teman petani tembakau untuk berbudidaya tembakau. Pesan saya, ilmu yang didapat bisa dipraktikkan di lahan-lahan tembakau. Sehingga produk tembakau Kabupaten Blitar kualitasnya bisa lebih baik, lebih bagus dan memiliki daya saing,” tandasnya.

Dalam praktik ini petani secara spesifik diajak mempelajari pembuatan pupuk vermikompos yang berasal dari kotoran sapi dan kascing (pupuk bekas cacing). Ahmad Nadjib selaku nara sumber kegiatan menyampaikan, pupuk kascing setelah diteliti ternyata memiliki keunggulan dibanding jenis pupuk lainnya. Penyebabnya, pupuk kascing kaya akan unsur makro dan unsur mikro.

“Diharapkan petani setelah pelatihan ini bisa membudidayakan cacing dalam rangka memperoleh pupuk komposnya. Pupuk kascing ini bagus sekali untuk tanaman tembakau, dan ini sudah mendapat pengakuan, bahkan telah diakui pabrik,” pungkasnya.(*)