Bupati Blitar Rijanto membuka Musda II PPDI yang digelar di Desa Dayu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto membuka Musda II PPDI yang digelar di Desa Dayu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Blitar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II untuk memilih ketua dan struktur pengurus baru di lembaga tersebut. Musda dilaksanakan di Kantor Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada Rabu (19/8/2020).

Musda II PPDI diikuti perwakilan perangkat desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar. Agenda ini dibuka langsung Bupati Blitar Rijanto. Turut hadir dalam agenda ini Ketua PPDI Pusat Mujito, Perwakilan PPDI Jawa Timur, Anggota DPRD Kabupaten Blitar sekaligus Pembina PPDI Kabupaten Blitar Panoto, Ketua APD Kabupaten Blitar Tri Haryono dan Muspika Kecamatan Nglegok. 

Baca Juga : Bupati Faida Tantang Warga Binaan Lapas Kelas II A Jember Membuat 1000 Masker

 

Bupati Blitar Rijanto dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemkab Blitar mendukung penuh eksistensi organisasi PPDI. Menurut bupati, PPDI dibentuk selain sebagai wadah memperjuangkan hak dan kesejahteraan anggota juga sebagai sarana komunikasi dalam meningkatkan bentuk pekerjaan sebagai kontribusi mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Blitar.

“Perangkat desa itu adalah bagian dari pemerintahan desa. Tugasnya adalah membantu kepala desa dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat. Organisasi PPDI ini penting sekali dan kami dari pemerintah daerah terus mensuport. Semoga dengan adanya PPDI ini pembangunan desa di Kabupaten Blitar semakin maju,” ungkap Bupati Rijanto. 

Lebih dalam di kesempatan ini bupati menyampaikan apresiasi kepada perangkat desa di Kabupaten Blitar yang bekerja tak kenal lelah dalam mengayomi dan melayani masyarakat. Bupati melihat kinerja perangkat desa dari waktu ke waktu semakin baik. Kian baiknya kinerja perangkat desa tak lepas dari pembinaan yang dilakukan Pemkab Blitar melalui dinas terkait dan stakeholder di wilayah. 

“Dalam beberapa waktu terakhir angka kasus covid-19 di Kabupaten Blitar memang cenderung naik. Tapi pasien yang sembuh juga tinggi prosentasenya sekitar 83% dan capaian ini juga berkat kerja-kerja dari perangkat desa yang terus menerus senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Blitar. 

Sementara itu Supri Ari Adi selaku panitia kegiatan Musda PPDI mengatakan seharusnya PPDI akan menggelar Musda II pada tahun 2021 mendatang. Namun karena Ketua PPDI yang menjabat di periode ini mengundurkan diri sebelum masa baktinya habis maka sesuai dengan AD/ART pelaksanaan Musda dimajukan dan digelar pada hari ini di Desa Dayu.

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Berguru SAKIP ke Banyuwangi

 

“Ketua dan pengurus PPDI punya masa bakti 5 tahun. Untuk ketua lama sebenarnya kurang setahun masa jabatan tapi dia mengundurkan diri sebelum masa jabatan habis. Di Musda hari ini kita pilih lagi ketua dan struktur pengurus baru yang akan bekerja 5 tahun ke depan,” paparnya.

Pujian kepada Pemkab Blitar yang memberikan perhatian kepada perangkat desa disampaikan Pengurus PPDI Pusat. Ketua PPDI Pusat Mujito yang hadir dalam pembukaan Musda II menyampaikan perhatian pemerintah daerah ini merupakan bagian dari peningkatan kesejahteraan sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku.

“Luar biasa perhatian Pak Bupati Blitar untuk perangkat desa di daerahnya. Perhatian ini merupakan upaya serius Pemkab Blitar dan Pak Bupati untuk memajukan desa-desa di Kabupaten Blitar,” tegas Mujito.(Adv/Kmf)