Bupati Malang HM Sanusi (tengah pakai peci) saat mengunjungi mesin produksi AMDK Tirta Kanjuruhan (Foto : Istimewa)
Bupati Malang HM Sanusi (tengah pakai peci) saat mengunjungi mesin produksi AMDK Tirta Kanjuruhan (Foto : Istimewa)

Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang berencana mendongkrak mesin produksi AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) yang mereka kelola. Menurut Syamsul Hadi selaku Dirut (Direktur Utama) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, langkah peningkatan daya produksi tersebut dilakukan lantaran selama pandemi covid-19, jumlah konsumsi air mineral mengalami peningkatan.

”Mesin kami itu mampu memproduksi air mineral sebanyak 5 liter per detik. Tapi itu masih perlu dimaksimalkan lagi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar,” kata Syamsul.

Baca Juga : Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pemkot Malang Instruksikan ASN Terlibat

Meski mengaku jika dengan kapasitas mesin 5 liter per detik masih mampu memenuhi permintaan pasar, namun tidak bisa dipungkiri jika permintaan pasar terhadap air mineral siap konsumsi tersebut, bakal terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terutama saat pandemi covid-19.

Seperti yang sudah diberitakan, dalam pernyataannya Syamsul mengaku jika konsumsi AMDK selama pandemi meningkat hingga puluhan persen. Hal itu diperkuat dengan adanya peningkatan produksi hingga 20 persen dari sebelum adanya pandemi covid-19.

Atas dasar itulah, Syamsul berinisiatif untuk terus meningkatkan kemampuan mesin produksi dalam menghasilkan produk AMDK, yang selama ini dikelola oleh Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

”Kalau masalah produksi itu kita menyesuaikan dengan permintaan pasar, karena air baku yang kita miliki masih melimpah,” ungkap Syamsul.

Menurutnya, mesin produksi yang dimiliki Perumda Tirta Kanjuruhan saat ini, mampu didongkrak performanya hingga 9 kali lipat. ”Saat ini daya produksi mesin kami masih 5 liter per detik, tapi kemampuan mesin yang kami miliki sebenarnya bisa ditingkatkan lagi. Itu (mesin, red) bisa ditingkatkan hingga 50 liter per detik,” terang Syamsul.

Sejauh ini, lanjut Syamsul, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan mesin yang daya produksinya bisa ditingkatkan hingga 9 kali lipat tersebut terealisasi. Namun yang jelas, pihaknya memastikan jika permintaan pasar akan tetap terpenuhi meski saat ini daya produksi masih 5 liter per detik.

Baca Juga : Tahun Ini Festival Mbois Digelar Virtual, Catat Jadwalnya

”Kita memang bertahap ya, jadi dulu pertama kita produksi AMDK itu mesinnya hanya mampu memproduksi 2 liter per detik. Kemudian jalan 3 liter dan sekarang sudah 5 liter per detik,” ucap Syamsul.

Sebagai informasi, produk AMDK yang dikelola oleh Perumda Tirta Kanjuruhan ini diproduksi dalam beragam bentuk dan ukuran. Mulai dari kemasan cup (gelas) kapasitas 240 mili liter (ml), botol ukuran 330 ml, botol yang berukuran 1.500 ml, hingga dalam bentuk galon berukuran 19 liter.

Selain itu, air minum yang diproduksi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan ini juga sudah mengantongi standart jual di pasaran. Yakni memiliki label halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), mengantongi ketentuan SNI (Standar Nasional Indonesia), dan memiliki ijin edar pangan dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

”Standarisasi tersebut (SNI, MUI, dan BPOM) kami peroleh lantaran kualitas AMDK yang kami produksi memang sudah memenuhi standart mutu yang ditentukan. Bahkan di atas standar kualitas produk AMDK yang saat ini ada di pasaran,” tutup Syamsul.